Kena Hypotermia di Gunung? Jangan Bingung, Begini Cara Menghadapinya

Spread the love

Masalah kedinginan di gunung, kadang bisa menimbulkan penyakit membahayakan. Salah satunya hypotermia, yaitu satu kondisi dimana tubuh sama sekali kehilangan panas. Akibatnya bisa sangat fatal, bahkan sampai merenggut nyawa.

Situasi hyportemia di pegunungan juga pernah menjadi viral. Pasalnya ada kabar pendaki perempuan di gunung Rinjani, Lombok yang sampai disetubuhi gara-gara ingin menyembuhkan dari penyakit hypotermia. Setelah ditelusuri ternyata pelaku beralasan cara menyembuhkan hypotermia adalah dengan memindahkan hawa tubuh orang sehat, ke penderita yang kedinginan. Salah satunya dengan membuka seluruh baju korban, dan tidur bersama dengan tanpa menggunakan pakaian didalam satu selimut atau kantung tidur.

Sebenarnya apa penyakit hypotermia itu? Dan bagaimana cara pertolongan pertama untuk korban penderitanya? Dan apakah perlu kita tidur bersama korban dengan tanpa pakaian?

Gejala

Bila kita merunut beberapa informasi dari dunia internasional, hypotermia disebut sebagai gejala penyakit karena menurunnya suhu tubuh secara drastis. Kejadian ini biasa terjadi pada pendaki gunung atau orang-orang yang hidup di daerah beriklim dingin.

Gejala yang biasa muncul merupakan gemetar hebat, kebingungan dan yang paling aneh merupakan perasaan tubuh berhawa sangat panas. Gejala yang paling terakhir bisa jadi merupakan puncak dari berbagai gejala sebelumnya. Sebelum pada akhirnya menemui kematian.

Oleh karena itu, bila kita menemukan gejala kedinginan hebat pada teman pendaki. Wajar bila seharusnya kita mengetahui cara untuk menanganinya.

Jangan Panik

Menurut rujukan dunia internasional seperti mayoclinic atau ehealth, tak ada satupun yang merekomendasikan proses pemindahan hawa panas tubuh melalui tidur bersama.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperlakukan penderita dengan kalem dan tenang. Sebab bisa jadi penderita sudah hilang ingatan, atau melakukan hal-hal yang diluar kesadaran.

Setelah kita bisa menguasai penderita. Baru kita pindahkan penderita ke lokasi yang lebih hangat. Bisa juga ke dalam tenda, atau pos peristirahatan. Yang jelas penderita harus dihindarkan dari paparan alam yang mendinginkan tubuh, seperti angin, air atau salju. Lalu biarkan penderita dalam posisi tidur horizontal dengan alas yang hangat.

Ganti Pakaian

Langkah berikutnya adalah dengan mengganti pakaian basah yang dikenakan korban. Robek pakaian itu dengan menggunakan pisau bila sulit dilepaskan. Kemudian ganti pakaiannya dengan yang lebih hangat dan tak basah.

Setelah itu, selimuti korban dengan penutup yang hangat. Masukan penderita ke kantung tidur yang tak basah juga lebih baik, bila memungkinkan. Tutup juga kepala dan kupingnya. Sebab bisa juga area itu mengalami kedinginan hebat.

Pastikan lagi bagian bawah atau belakang tubuh penderita sudah tertutup atau berada di alas yang kering. Kalau belum, ganti alasnya, dengan matras yang tak basah.

Selimuti penderita hypotermia dengan kantung tidur atau sleeping bag setelah mengganti bajunya.

Awasi Nafas

Bila semua hal diatas sudah dilakukan. Baru awasi aturan nafasnya. Bila terdiam tak bernafas, kita harus melakukan tindakan resus itasi. Yaitu mengecek dan membuka jalan peenafasan dari kemungkinan pwnghalang. Cek bagian dalam mulut, mungkin tercekik benda atau lidah kaku. Usahakan membuka pernafasan tersebut dengan memukul bagian punggung. Bila sudah batuk atau terdengar nafas berarti kondisi harus terus dipertahankan.

Berikan Makanan dan Penghangat

Bila penderita sudah dalam keadaan sadar, segera siapkan makanan atau air hangat untuk dikonsumsinya. Makanan diusahakan bukan yang keras dahulu, sebab korban mungkin masih sulit menelan. Minuman panas juga sebaiknya disendokan sedikit-sedikit ke mulutnya. Hindari juga penggunaan minuman beralkohol.

Usahakan juga membuat kompres hangat untuk kepala dan tubuh. Bisa juga dengan membasuh bagian tubuh penderita dengan air hangat menggunakan handuk. Patut diperhatikan hanya basuh bagian leher dan dada saja. Tak perlu membasuh semua bagian tubuh. Jangan juga mengompres bagian tangan dan kaki. Sebab panas di tangan dan kaki yang tiba-tiba bisa membuat darah yang dingin kembali ke hati, jantung dan otak. Akibatnya justru akan makin fatal.

Jangan juga menempelkan tubuh dengan alat-alat pemanas secara langsung. Seperti permukaan senter yang panas, atau permukaan gelas yang masih berisi air panas. Karena bisa merusak kulit, bahkan lebih parah lagi membuat nafas lebih sulit dan mengakibatkan sesak nafas fatal. (Sulung Prasetyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *