Tiga Gunung di Jawa yang Pernah Diselimuti Awan Bertopi

Beberapa gunung di pulau Jawa ternyata pernah juga ditutupi awan topi atau lentikularis. Kejadian-kejadian tersebut tetap tak dapat dihubungkan dengan tanda-tanda apapun, selain fenomena alam yang menunjukan adanya pergerakan angin menabrak dinding batuan pegunungan.

Fenomena alam berupa awan berbentuk topi yang pernah menutupi puncak pegunungan Rinjani banyak menjadi bahan pembicaraan. Pasalnya banyak asumsi kemudian timbul dari fenomena tersebut. Ada yang menyebutnya sebagai tanda gaib. Ada juga yang percaya sebagai tanda akan terjadinya gempa. Namun kesemua itu tak berdasar, bila melihat kembali pada kajian ilmu pengetahuan yang sahih.

Salah satunya yang diungkapkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan USGS yaitu semacam BMKG namun dari Amerika Serikat (AS). Sebab menurut kedua instansi tersebut penampakan awan bertopi tersebut secara ilmiah disebut awan lenticularis.

Awan seperti itu terjadi karena adanya proses tabrakan antara angin yang mengandung air terhadap dinding batuan pegunungan. Karena tabrakan itu angin yang mengandung air kemudian naik ke angkasa dan membentuk awan.

Beberapa daerah pegunungan di Indonesia ternyata juga pernah mengalami fenomena serupa. Seperti di gunung Semeru, Sumbing dan Lawu.

Di gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Jawa, awan topi terjadi pada 13 Desember 2018. Penampakan awan di Semeru hampir serupa dengan yang terjadi di Rinjani. Seperti ada topi yang menutupi cungkup kawah Semeru.

Namun penampakan awan di Semeru mungkin tak menjadi banyak bahan pembicaraan seperti sekarang. Meski ada juga beberapa media yang sempat membahasnya.

Selain di Semeru, awan topi juga pernah terjadi di gunung Lawu. Gunung yang berada diperbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut, tercatat tertutup puncaknya oleh awan lenticularis pada 12 Maret 2019.

Pada penampakan di gunung Lawu banyak yang menyebutkan bentuk awan serupa piring terbang UFO dari luar angkasa. Banyak pula yang kemudian mengasumsikan awan tersebut merupakan pesawat mahluk luar angkasa yang akan menyerang bumi. Namun pada kenyataannya, semua teori tersebut tak terbukti sama sekali.

Gunung ketiga yang diketahui pernah ditutupi awan topi merupakan gunung Sumbing. Kejadiannya tepat saat tanggal 1 Januari 2018. Sehingga menimbulkan banyak dugaan juga.

Bentuk awan mirip seperti yang terjadi di Rinjani. Orang-orang Jawa yang tinggal di kaki gunung menyebutnya awan caping. Karena bentuknya seperti topi caping para petani. Namun mereka menganggapnya sebagai tanda berkah dan keselamatan bagi para penghuni di gunung tersebut. (Sulung Prasetyo)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *