Mendaki Sehari ke Puncak Gunung Lawu

Spread the love

Sebenarnya mendaki ke puncak gunung Lawu, bisa ditempuh dalam waktu sehari saja. Namun persiapan yang matang dan fisik mumpuni. Selebihnya trik tak perlu membawa barang terlalu berat bisa juga dilakukan.

Lazimnya jalur menuju puncak gunung Lawu, Jawa Tengah bisa ditempuh melalui tiga jalur. Jalur pertama melalui Cemoro Sewu, Cemoro Kandang dan jalur candi Cetho.

Kalau melalui Cemoro Sewu, jalur cenderung terjal, meskipun lebih dekat. Sementara jalur candi Cetho, terlalu jauh karena bisa memakan waktu hingga 13 jam, hanya untuk mendaki saja. Jalur terbaik untuk misi pendakian sehari ini adalah melalui pos pendakian Cemoro Kandang. Karena jalur cenderung datar, sehingga dapat ditempuh oleh berbagai umur, asalkan memiliki stamina sehat untuk mendaki gunung.

Sementara masalah waktu tempuh, jalur Cemoro Kandang sebenarnya hanya berbeda waktu tempuh sedikit lebih lama, daripada jalur Cemoro Sewu.

Jalur pendakian gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang.

Gambaran Medan Pendakian

Setelah melakukan proses perijinan di pos pendakian Cemoro Kandang, perjalanan dimulai menuju Pos 1 yang bernama Taman Sari Bawah. Pos 1 ini berada di ketinggian 2.300 meter diatas permukaan laut (mdpl). Jarak tempuhnya hanya sekitar satu jam dari pos awal Cemoro Kandang.

Jalur kemudian berlanjut menuju Pos 2 yang bernama Taman Sari Atas. Kondisi jalur secara umum tak banyak berubah dari jalur ke pos 1. Jalur akan dominan dipenuhi tumbuhan pohon kecil dipinggir jalur. Keseluruhan trek dapat dengan mudah dilewati, karena sangat jelas dan tidak memiliki kemiringan terjal. Di Pos 2 dapat juga melihat kawah Candradimuko, yang masih kerap mengepulkan asap tebal.

Setelah melewati dua buah jalan lembah memutar, akan ditemui pos bayangan. Dari pos 2 ke pos bayangan, bisa ditempuh hanya dalam waktu 30 menit. Jalur kemudian mulai menanjak dari pos bayangan menuju pos 3, atau sering disebut Penggik.

Jalur menuju Penggik ini diperkirakan menjadi yang terjauh, karena bisa menempuh waktu sampai 90 menit. Namun keindahan gunung Lawu mulai terlihat dijalur menuju pos 3 tersebut, karena hutan mulai terbuka dan menyajikan panorama pegunungan disekitar Lawu.

Menuju pos 4, perjalanan makin terasa berat karena mendaki, dan kebanyakan berisi tanah bebatuan keras. Namun bila sudah mencapai pos 4, rasa lelah seketika hilang.

Pos 4 atau dikenal sebagai Cokro Suryo merupakan tanah datar yang berada diantara beberapa puncakan bukit. Kebanyakan alas tanah dipenuhi rumput, sehingga terasa sejuk bila sebentar berbaring diatasnya. Diantara rumput-rumput itu juga tersisa sebuah tempat persembahan, yang hingga kini masih dipergunakan oleh orang-orang  yang khusus datang untuk melakukan ritual.

Pemandangan alam dari pos Cok Suryo. (Dok. Istimewa)

Dari Cokro Suryo, perjalanan dilanjutkan dengan membelah sadel punggungan bukit. Setelah sadel, puncak gunung Lawu, yang disebut Hargo Dumilah akan terlihat dikejauhan. Namun sebelum mencapai puncak harus melewati dulu jalan datar memutar menuju ke bagian belakang sisi puncak.

Kemudian akan ditemukan pertigaan, yang bila diteruskan akan menuju jalur Cemoro Sewu. Bila merasa lapar dan kurang membawa makanan, bisa meneruskan dahulu ke jalur Cemoro Sewu tersebut, karena akan menemukan warung Mbok Yem. Warung tersebut selalu buka setiap waktu, dan siap menerima tamu dengan pelayanan semampunya.

Bila terasa masih mampu, di pertigaan sebelum warung Mbok Yem, ambil jalur ke kanan yang menuju puncak. Setelah berjalan mendaki selama kurang lebih 30 menit maka akan ditemui tugu besar bernama Hargo Dumilah, yang juga merupakan puncak dari gunung Lawu.

Tak jauh dari warung Mbok Yem terdapat lokasi moksa, raja Brawijaya V. Disana terdapat bangunan dengan dua pilar didepannya. Biasanya di awal bulan Muharram banyak orang yang datang, untuk melakukan ritual penyembahan di lokasi moksa raja Brawijaya V, yang disebut Hargo Dalem ini.

Total pendakian ke puncak Lawu, dari Cemoro Kandang bisa ditempuh selama enam jam. Sementara waktu turun bisa empat jam, melalui jalur yang sama. Jadi hanya perlu 10 jam untuk naik dan turun di gunung Lawu. Dengan waktu tak terlalu lama seperti itu disarankan tidak terlalu banyak membawa peralatan untuk mendaki. Sediakan juga air dan makanan seperlunya, dan persiapkan juga sarana transportasi untuk membawa kembali ke Solo pada malam hari. (Sulung Prasetyo)

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *