Jerapah Putih Terakhir Kemungkinan Sudah Terbantai

Penjaga taman nasional di kawasan konservasi Garissa County, Kenya belum lama ini telah menemukan dua kerangka satwa yang diindikasikan sebagai bagian dari milik jerapah putih terakhir di bumi ini.

Kerangka-kerangka tersebut diperkirakan milik dua jerapah putih, yang diketahui hilang beberapa bulan lalu. Dari kabar yang tertera di twitter, dua jerapah putih yang dibantai tersebut merupakan seekor betina dewasa dan anaknya yang baru berumur tujuh bulan. Kedua jerapah itu sebelumnya diketahui berada dibawah asuhan komunitas konservasi Ishaqbini Hirola, dan dinyatakan hilang sekitar empat bulan yang lalu. Dari temuan yang ada berindikasi kuat, kedua satwa tersebut tewas dibunuh oleh pemburu.

“Berita menyedihkan untuk komunitas kami, dan negara Kenya secara keseluruhan. Sebab hanya kami komunitas yang peduli pada jenis jerapah putih ini”, ucao Mohammed Ahmednoor, manajer dari komunitas konservasi Ishaqbini Hirola dalam pernyataannya kepada livescience, akhir minggu kedua Maret 2020.

Sayangnya pemburu yang telah melakukan pembantaian terhadap jerapah putih tersebut, masih belum diketahui identitasnya. Selain itu motif pembantaian tersebut juga masih belum diketahui. Pihak Badan Satwa Liar Kenya sendiri masih melakukan aksi investigasi hingga saat ini.

Kematian dua jerapah putih itu sendiri terhitung mengenaskan. Sebab diketahui dua jerapah itu merupakan sisa terakhir yang ada di dunia saat ini, menurut keterangan perwakilan dari komunitas konservasi tersebut. Sekarang berarti masih ada satu sisa terakhir, yaitu jenis jantan dewasa yang masih hidup di kawasan konservasi tersebut.

Menurut penjelasan pihak konservasi Kenya, satwa jerapah putih tersebut bukan berarti albino. Namun mereka berada dikondisi dalam bahasa ilmu pengetahuan disebut sebagai leucism.

“Berbeda dengan albino, satwa jerapah putih masih memproduksi zat yang membuat kulit terpigmentasi. Namun mereka produksi zat pewarna tubuh itu hanya sedikit, dan hanya berada di mata atau ekor yang hitam.

Leucism menimpa juga dibanyak satwa lain, namun pada kasus jerapah dampaknya bisa sangat parah, sehingga sampai terlihat keseluruhan tubuh berwarna putih.

Sampai terakhir berarti hanya tinggal satu jerapah putih tarsisa di Kenya. Sementara itu tahun 2016 lalu, sempat diketahui ada satu lagi jerapah putih sempat dilihat di Taman Nasuonal Tarangire di Tanzania.

Berwarna putih atau tidak, jerapah sebenarnya sudah termasuk hewan yang dilindungi menurut IUCN (Ikatan Internasional Konservasi Alam). Sampai terakhir hanya tersisa sekitar 15.780 ekor jerapah di alam liar, emnruut Yayasan Konservasi Jerapah (GCF). Jumlah tersebut diklaim mengalami penurunan sebanyak 56 persen dari sebelumnya sekitar 36.000 ekor, pada sekitar 30 tahun lalu. Kebanyakan penyebab tewasnya satwa-satwa ini adalah hilangnya habitat tinggal dan perburuan liar. (Sulung Prasetyo)

  • Baca Juga :

Hiu Menyerang dari Belakang

Spread the love

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *