Pelesiran di Pantai Gombong Selatan

Spread the love

Kalau mau bicara pantai, Gombong Selatan ini mungkin bisa dibilang salah satu ”rajanya”. Hal ini karena hampir sebagian besar batas wilayah selatan kabupaten adalah laut selatan yang lepas menuju Samudera Indonesia.

Di brosur wisata yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kab. Dati II Kebumen, tercatat sudah enam pantai yang ditawarkan sebagai daerah tujuan wisata. Itu semua bila dirunut dari arah barat ke timur, belum lagi pantai-pantai tersembunyi yang sebenarnya masih menyimpan potensi wisata tapi belum sempat dikembangkan.

Untuk dapat mengunjungi pantai-pantai indah di Gombong selatan sebenarnya tidak sulit-sulit amat. Akses jalan aspal yang ada sudah teramat mulusnya. Ditambah dengan jelasnya penunjuk arah menuju daerah wisata tersebut, para pengunjung lebih merasakan kenyamanan perjalanan. Pemandangan indah sepanjang sisi kiri dan kanan, sawah-sawah kuning menghampar ditambah dengan indahnya perbukitan kapur yang membujur di sepanjang perjalanan membuat kita melupakan rasa bosan.

Mungkin masalah terbesarnya adalah angkutan yang tidak beroperasi 24 jam seperti di kota-kota besar. Jadi kalau tidak membawa kendaraan sendiri ke daerah ini, Anda harus menyiapkan tenda untuk menginap. Masalah keamanan tidak usah dirisaukan, karena penduduk daerah tersebut terkenal akan adab baiknya. Menariknya, Anda bisa merasakan tidur beratapkan langit bertabur bintang, beralaskan pasir yang lembut, diiringi nyanyian debur ombak, dan berbalut udara sejuk—bahkan lebih sejuk dari kamar di hotel berbintang lima. Hmm, romantis sekali.

Kota besar yang bisa dijadikan patokan pertama menuju ke sana adalah kota Gombong. Kota yang terletak di Kab. Kebumen, Jawa tengah ini terletak 420 km dari Jakarta. Jarak kota besar yang terdekat dari Kebumen hanyalah Purwokerto, itu pun berjarak 80 km jauhnya.

Tiba di Gombong naiklah bus yang menuju ke arah Jatijajar. Dengan membayar hanya Rp3.000, kita bisa minta turun di pasar Demang Sari. Dari pasar tersebut kita melanjutkan perjalanan dengan angkot-angkot kecil menuju pesisir selatan Kebumen. Setelah melewati kawasan gunung kapur yang membujur panjang dari Demang Sari sampai pasar Ayah, berdurasi sampai 30 menit perjalanan mobil, baru kita temui debur ombak dan indahnya pasir laut selatan yang pertama.

dok. keziajelitha.wordpress.com

Pantai Lohgending

Pantai pertama yang sempat penulis singgahi di sini bernama pantai Lohgending. Terletak di km 29 sebelah barat kota Gombong. Pantai ini termasuk pantai yang paling terkenal di kawasan tersebut. Ini berkat keindahan dan kemistisan daerahnya. Panorama kala matahari terbenam di ufuk barat plus keindahan Kepulauan Nusa Kambangan—dari kejauhan—menjadi bonus yang mengasyikkan.

Keindahan Lohgending bahkan telah menarik perhatian para sinyo Belanda pada zaman penjajahan dulu. Banyak sinyo yang menjadikan tempat ini sebagai tempat pelesiran (berwisata, bahasa Jawa). Namun, Lohgending sendiri diambil dari nama sebuah pohon, Loh. Bentuknya mirip pohon beringin, tumbuh subur dan besar di pinggir pantai, lengkap dengan juntaian akar yang berserabut ke mana-mana. Di bawah pohon Loh yang berbuah gondang itu, para sinyo senang bermain. Pantai ini kemudian dinamakan Lohgending karena bila batang pohon Loh itu dipukul, akan keluar bunyi mirip gending (alat gamelan).

Selain keunikan namanya, pantai ini juga menawarkan keindahan muara sungai Bodo. Muara sungai besar ini bisa kita jelajahi dengan mengendarai perahu-perahu nelayan yang dapat kita sewa. Bila uang kita pas-pasan, bisa juga ikut trip sederhana selama dua jam menyusuri sungai menuju bagian hulu.

Saat sore hari di pantai ini tak terkirakan indahnya. Aroma sunset dan pemandangan nelayan yang sedang menjala sangat kontras di pandangan mata.

dok.landscaper.id

Pantai Pedalen

Lebih ke timur lagi kita bisa melihat pantai Pedalen. Pantai yang merupakan tempat berlabuh para nelayan dari laut selatan ini berada di 4 km dari pantai Lohgending. Bisa juga kita naik ojek untuk mengunjunginya, hanya sepuluh menit mengikuti jalan menanjak berbatu. Selesai di punggungan bukit, kita akan dibawa turun menuju lembah sempit berbentuk ceruk di pinggir laut.

Kawasan berluas sampai tiga hektar ini dahulunya merupakan tempat gerilya pejuang Indonesia saat melawan kekuasaan penjajahan Jepang. Banyak sekali nelayan berlabuh saat penulis sampai di sana. Mungkin karena tempat tersebut merupakan salah satu tempat pelelangan ikan terbesar yang ada di daerah tersebut.

Pantai Menganti

Apabila masih tetap ingin melanjutkan perjalanan, kita bisa menyinggahi sebentar pantai Menganti yang terletak di desa Karang Duwur di timur pantai Pedalen. Pantai indah berpasir putih ini mengingatkan kita pada indahnya pantai Kuta dan Sanur di Bali sana. Lengkap dengan rumah-rumah Joglo (khas orang Jawa Tengah) yang menghiasi di sepanjang bukit pinggir pantai, terasa sekali keunikan budaya daerah ini. Apalagi bila kita menyempatkan pada sore hari naik ke atas bukit di belakang rentetan rumah-rumah joglo tersebut. Siluet rumah joglo dan hempasan ombak serta perjalanan matahari terbenam menjadi sketsa gambar yang tak akan terlupakan di benak kita.

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *