Lupakan Gunung Tertinggi, Gunung Rendah Juga Banyak yang Indah

Mendaki gunung sekarang sudah menjadi aktivitas idola banyak orang. Dari anak muda, orang tua, lelaki, perempuan, kaya, miskin, sedang senang atau susah, semua sepertinya memiliki hasrat untuk mencicipi salah satu kegiatan yang katanya bikin banyak mati orang ini.

Awalnya biasanya gunung yang diincar adalah gunung-gunung yang paling dekat dengan rumah. Sekedar ingin belajar merasakan sensasinya. Mencicip merasakan belantara dengan aura alami didalamnya. Berangan-angan mendapatkan pengalaman paling seru, yang bisa diceritakan saat tua nanti.

Setelah mendaki gunung pertama, tinggal terserah berikutnya. Biasanya sih rasanya seperti makan cabe. Pengalaman mendaki gunung pertama pasti bikin mikir ulang buat mengulangi. Terbayang rasa cape, ngos-ngosan, berat, dingin, berantem sama teman, bikin tak ingin mengulang lagi. Tapi kalau ingat pemandangan indah, makan lahap, istirahat nyenyak, bau alami, sungai yang jernih, sahabat setia, rasa-ranya telah terbayar semua kesulitan yang pernah ada.

Akhirnya mau lagi juga mendaki gunung yang lain. Mencari gunung lain yang belum pernah disambangi. Bisa sampai jauh keluar provinsi, bahkan keluar pulau. Dan namanya juga mendaki gunung, targetnya pasti mencari yang lebih tinggi. Paling tinggi kalau perlu, sampai akhirnya tak ada lagi gunung paling tinggi yang bisa didaki.

Sebenarnya mendaki gunung tak harus mencari yang tertinggi. Sebab banyak gunung-gunung rendah juga yang bagus untuk dihampiri. Terutama di Indonesia, yang gunungnya berderet-deret dari ujung Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua.

Khusus di Jawa, yang namanya gunung bukan main banyaknya. Kalau menurut ukuran pemerintah, gunung itu dataran tinggi yang memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl). Jumlahnya banyak sekali, di Jawa Tengah saja tercatat ada 336 area yang bisa dikatakan gunung. Belum lagi di Jawa Barat dan Jawa Timur.  Jadi jangan takut kehabisan gunung untuk didaki di pulau Jawa.

Di antara ratusan gunung itu, ada beberapa gunung yang tak terlalu tinggi, namun kerap didaki karena keindahan pemandangan yang ditampilkan. Disarankan jangan pergi kesana, kalau masih ingin hanya mendaki gunung tinggi.

Gunung Pulosari

Gunung ini terletak di provinsi Banten, Jawa Barat. Gunungnya tidak tinggi-tinggi amat, hanya setinggi 1.346 mdpl. Kalau untuk pendaki gunung disekitaran Banten, gunung ini menjadi favorit untuk didaki. Selain karena akses menuju kesana juga mudah, jalur lintasan pendakiannya juga tak sulit.

Kalau mau cari info lebih dalam tentang Pulosari bisa mengunjungi situs wikipedia, di internet. Namun pengalaman penulis sendiri saat mendaki gunung itu, memang sangat berbeda. Pertama ruang parker mobil lebar, dengan warung-warung yang bersahabat. Kemudian jalur pendakian juga mudah. Dan baru satu atau dua jam mendaki sudah menemukan air terjun.

Kalau ingin melanjutkan perjalanan lagi, tak sampai satu jam sudah menemukan kawah. Kita bisa membuka tenda disini. Kadang warung-warung yang ada di dekat kawah juga buka. Jadi bisa beli makanan, kalau malas memasak sendiri.

Disarankan mendaki ke puncak saat matahari belum terbit. Jalur pendakian agak berat menuju puncak. Tapi jalur tak lama harus ditempuh, paling lama tiga jam, maka puncak Pulosari akan bisa dicapai. Pemandangan dari puncak ini yang indahnya bukan main. Apalagi kalau pagi hari, saat matahari baru terbit. Deretan pegunung akan tampak menghampar, dengan latar belakang warna jingga matahari terbit. Sayang sekali kalau belum pernah mencoba ke gunung ini.

Sunset di gunung Papandayan, jawa Barat. (photo: dok.guideku.com)

Gunung Papandayan

Lokasi gunung ini ada di dekat Garut, Jawa Barat. Dari kota Garut kita menuju daerah Cisurupan, baru kemudian naik angkutan menuju ke pelataran parkir gunung Papandayan.

Mendaki di gunung Papandayan sangat mudah sekali. Baru satu jam berjalan, sudah menemui kawah. Baru kemudian bisa berjalan lagi menuju ke hutan mati. Lokasi ini merupakan daerah hutan yang terbakar karena letusan gunung beberapa tahun sebelumnya.

Suasana gunung Papandayan sendiri teramat aktraktif sebenarnya. Dengan kawah luas dimana-mana. Maka wajar bila gunung ini disebut daerah dewa penempa besi berada. Jangan lupa juga mampir ke daerah dmana rumpun edelweiss berada. Bisa sangat indah karena pada saat musimnya, bunga edelweiss tumbuh berkelompok putih dimana-mana.

Gunung Andong

Kalau ke Jawa Tengah, ada gunung Andong yang hanya berketinggian 1.726 mdpl. Gunung tersebut letaknya dekat kota Magelang, berarti tak jauh juga dari kota Jogjakarta yang kesohor itu.

Mendaki gunung Andong tak ribet-ribet amat. Tak perlu juga membawa banyak peralatan mendaki yang tak perlu. Cukup sediakan makanan, pakaian anti dingin serta perlengkapan menginap di alam bebas secukupnya. Itu diperlukan karena wilayah gunung Andong kebanyakan daerah terbuka, dengan minim pohon besar disana-sini.

Kalau perlu ingin mendaki ke gunung ini, usahakan datang bukan pada saat liburan. Karena bisa dipastikan sulit mendapat tempat membuka tenda, bila berkunjung ke gunung ini saat liburan. Sementara lokasi membuka tenda juga kelihatan tak terlalu luas.

Kalau masalah pemandangan, jangan ditanya lagi. Lokasi yang terbuka membuat pemandangan jadi terbuka luas kemana-mana. Apalagi saat pagi atau sore hari, bila warna langit berubah menjadi merah atau jingga. Mungkin bisa menjadi moment paling terindah yang pernah dilewatkan.

Sunrise di gunung Andong, Jawa Tengah. (photo: dok.katalogwisata.com)

Gunung Kuniran

Masih belum puas juga melihat gunung di Jawa Tengah? Bisa melawat ke gunung Kuniran, di Kulon Progo. Lokasinya tak jauh juga dari Jogjakarta.

Kalau datang ke gunung ini, bahkan tak perlu berpikir untuk menginap dengan tenda, karena banyak sekali rumah-rumah penduduk yang bisa dijadikan tumpangan. Biasanya gunung ini juga didaki hanya cukup sehari. Jadi tak perlu repot-repot membawa peralatan mendaki gunung yang lengkap sekali.

Pemandangan alam dari puncak gunung ini sangat indah sekali. Pemandangan dataran Kulon Progo yang beraneka ragam. Uniknya lagi gunung Kuniran kita bisa berpose di berbagai lokasi yang mengundang perhatian.

Seperti di altar yang depannya terbentang luas pemandangan alam. Bisa juga berfoto di area yang latar belakangnya sudah dibuat kerangka kayu berbentuk tanda cinta. Pokoknya hasil fotonya akan berbeda di gunung ini.

Panorama gunung Panderman. (photo: dok.ciliwungcamp.com)

Gunung Panderman

Sekarang kita ke Jawa Timur. Kalau mencari gunung tak tinggi tapi indah di Jawa Timur, pasti Gunung Panderman yang menjadi incaran utama. Gunung berketinggian 2.034 mdpl ini memang merupakan darah wisata favorit. Lokasinya dekat kota Malang, lebih tepatnya di daerah Batu.

Mendaki ke gunung Panderman, bisa dibilang mudah-mudah sulit. Jalur pendakian sebenarnya moderat saja, dan bisa ditempuh satu hari perjalanan. Perlu juga membawa peralatan pendakian secukupnya, karena mungkin sangat sayang bila melewatkan pemandangan malam hari dari puncak Panderman.

Dari sana akan terlihat kota Batu, Malang yang ramai dengan kerlap-kerlip. Pemandangan akan makin terasa indah dan romantis karena dibelakang kerlap-kerlip kota itu, ada puncak gunung tinggi yang melatarbelakangi. Demikian beberapa gunung tak tinggi yang bisa dijabarkan disini. Sebenarnya masih banyak gunung-gunung lain. Tapi tak mungkin membicarakan satu persatu di artikel yang memang direncanakan tak panjang ini. Yang penting cukup untuk membuktikan, bahwa naik gunung bukan perkara mencari yang tertinggi saja. Yang pendek tapi menawarkan keindahan yang tak kalah, juga ternyata banyak adanya.

  • Baca Juga :

Mendaki Sehari ke Puncak Gunung Lawu

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: