Gampang Susah Menulis untuk Pemasaran

Bisa menghasilkan sebuah produk memiliki nilai kebanggaan tersendiri. Terutama bila produk tersebut memiliki manfaat bagi manusia disekitar kita. Sehingga sebagai produsen akan merasa memiliki nilai bagi masyarakat.

Namun kadang kemudian masalah timbul, ketika proses produksi memasuki tahap pemasaran. Lantaran ketidakmengertian kita mengenai proses pemasaran produk. Dimana terdapat banyak komponen yang harus dimengerti didalamnya.

Perubahan zaman juga mempengaruhi proses pemasaran tersebut. Dimana terdapat banyak kemajuan teknologi yang harus dipahami. Termasuk teknologi digital yang terus berkembang saat ini.

Teknologi digital terutama bidang informasi di internet, terus mengalami perkembangan saat ini. Didalamnya terdapat banyak peluang untuk berbagai keahlian yang kita miliki. Termasuk usaha penjualan produk yang telah kita hasilkan.

Melalui teknologi digital kita bisa memasarkan barang ke pasar penjualan yang lebih luas, bahkan bisa mendunia. Namun kita perlu memahami teknik pemasaran secara digital. Salah satunya melalui cara penulisan konten digital untuk pemasaran.

Pengertian Penulisan Pemasaran

Secara mudah dapat dijabarkan pengertian dari penulisan pemasaran adalah pembuatan konten, berupa tulisan, foto, video, dan atau grafik untuk tujuan memasarkan produk.

Namun secara formal, pengertian penulisan pemasaran dapat diartikan sebagai berikut :

Penulisan pemasaran adalah strategi pemasaran dimana kita merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten penulisan yang mampu menarik calon pembeli yang tepat sasaran, kemudian mendorong mereka menjadi pelanggan.

Strategi Pemasaran Melalui Penulisan

Kalau melihat definisi penulisan pemasaran diatas, maka dapat dijabarkan ada dua tujuan utama dari pembuatan konten penulisan pemasaran.

  1. Menarik audiens baru untuk mengenal bisnis anda.
  2. Mendorong atau mengajak mereka untuk menjadi pelanggan.

Contoh dari pemasaran melalui penulisan ini dapat kita lihat pada beberapa contoh kasus. Seperti pada pemasaran jasa penjualan tiket pesawat. Dimana mereka memaparkan dahulu tentang daerah-daerah wisata yang menarik diseputar Indonesia. Baru kemudian memberikan konten-konten mengenai tips dan trik mendapatkan tiket transportasi murah. Terakhir mereka baru mereka mengarahka calon pembeli kepada jasa penjualan tiket transportasi yang mereka jual.

Jadi yang terpenting, konten penulisan anda harus memiliki tingkatan yang saling mendukung penjualan. Selain juga konten penulisan itu harus menarik. Sebab kalau konten anda tidak mampu membuat orang lain tertarik untuk menyimak, berarti anda gagal dalam upaya penulisan untuk pemasaran.

Sumber : ManajemenIM

Dari gambar diatas dapat dijabarkan sebagai berikut.

Seseorang tak akan mencari sebuah produk, bila tak menemukan masalah dalam kehidupannya. Seperti seseorang tak akan mencari pupuk terbaik untuk masalah tanaman yang sedang diurusnya. Atau seseorang tak akan mencari jenis pakaian yang terbaik untuk masalah kedinginan yang akan dihadapinya.

Awareness. Karena itu hal pertama yang harus diperhatikan merupakan perhatian kita terhadap masalah yang dihadapi calon pembeli produk.

Evaluation. Setelah kita memahami jenis masalah calon pembeli, baru kita bisa menjelaskan kalau barang atau produk yang kita buat, merupakan solusi dari masalah tersebut.

Purchase. Bila kedua hal tersebut sudah tercapai. Tahap terakhir yang bisa dilakukan merupakan konten penulisan yang bisa memancing penjualan.

Strategi Penulisan Pemasaran

 Seperti sudah dipaparkan dalam bab sebelumnya. Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum kita membuat sebuah daftar penulisan untuk pemasaran. Ketiga hal tersebut adalah awareness, evalution dan purchase.

Seseorang baru akan membeli bila ia menyadari produk yang kita jual merupakan solusi dari masalahnya. Namun untuk menghantarkan pada tujuan tersebut maka diperlukan langkah strategi untuk mencapainya.

Jenis Penulisan Pemasaran

Sebelum kita membuat penulisan apa yang cocok, sebaiknya memahami dulu jenis-jenis penulisan untuk pemasaran.

Kenapa harus memahami jenis penulisan? Karena banyak kasus penjual yang hanya menulis tanpa konsep, hanya akan membuang waktu percuma. Sementara tujuannya untuk menjual produk malah terbengkalai tak karuan.

Jenis penulisan sama seperti kita mengibaratkan konsumsi makanan yang akan diberikan pada calon pembeli. Jenis nasi putih atau nasi merah. Kalau jenis nasi putih, lebih populer namun memiliki nilai gizi tinggi. Sementara nasi merah, tak populer namun memiliki nilai gizi tinggi.

Jenis-jenis penulisan seperti nasi putih ini yang sebenarnya paling banyak dikonsumsi orang-orang. Jenis penulisan berupa artikel ringan, berisi info-info sederhana. Sementara jenis artikel beras merah, lebih berbobot isinya namun kadang membicarakan topik yang berat dan serius.

Kedua jenis penulisan tersebut sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk tujuan pemasaran. Dimana kita seperti pemaparan sebelumnya, kita perlu menumbuhkan awareness dulu, baru kemudian timbul evalution dari pembeli. Sampai akhirnya seseorang dapat digiring menuju keinginan untuk membeli.

Berarti kita membutuhkan tiga jenis penulisan untuk mencapai tujuan pemasaran. Yaitu penulisan untuk :

  1. Pengenalan,
  2. Branding 
  3. Penjualan.

Untuk lebih memahaminya kita bisa melihat beberapa contoh konten penulisan berikut ini :

  • Pengenalan: “50 tujuan wisata terpopuler di Asia Tenggara”
  • Pengenalan: “Cerita berlibur ke Singapura dengan biaya kurang dari 1 juta”
  • Branding: “Persiapan berlibur ke luar negeri”
  • Branding: “Perencanaan budget berlibur ke Singapura”
  • Penjualan: “Panduan menemukan tiket pesawat murah”

Lihat bedanya. Konten pengenalan  bisa dinikmati oleh banyak orang, meskipun saat ini mereka tidak sedang ingin membeli tiket liburan. Siapapun, kapanpun bisa menikmati.

Sedangkan konten branding sudah lebih fokus. Konten branding hanya bisa dinikmati oleh mereka yang ingin berlibur. Tapi dalam tahap ini kita belum juga melakukan penjualan. Fungsinya adalah supaya mereka ingat dengan kita. Saat mereka butuh, mereka akan cari konten itu.

Kemudian dari sana kita arahkan ke konten penjualan yang mengandung penawaran kepada mereka untuk membeli dari kita atau menggunakan layanan kita.

Ketiga jenis konten ini erat ikatannya. Kalau anda melewatkan salah satunya, maka bisa-bisa tidak ada pengunjung yang datang ke website anda dan/atau pengunjung yang datang tidak membeli.

Sumber: ManajemenIM

Jenis Penulisan Pemasaran

Dilihat dari proses pembuatannya, konten pengenalan punya tingkat kesulitan paling rendah sedangkan konten penjualan memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Maka dari itu jumlahnya menyesuaikan tingkat kesulitan.

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan tadi, konten pengenalan dan branding memang semestinya lebih banyak daripada penjualan. Ini karena sesuai dengan prinsip content marketing dimana kita harus lebih banyak melakukan edukasi dan menyelesaikan permasalahan dibandingkan menjual.

Yang perlu anda perhatikan adalah konten branding dan penjualan akan berdampak langsung pada penjualan. Kualitasnya harus tinggi. Sedangkan konten pengenalan harus dibuat supaya bisa jadi populer.

  • Baca juga :

Mencari Mata Air Sumber Penulisan

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: