Rugi Kalau Belum Pernah Makan Patin Chao Phraya

Di Ibukota Thailand- Bangkok, sebenarnya banyak lokasi makan enak yang bisa dikunjungi. Salahsatu lokasi yang cocok merupakan area sungai Chao Phraya yang membelah kota Bangkok. Salah satu makanan yang bisa dinikmati adalah ikan patin.

Kalau mau menuju kesana perjalanan dimulai dari dermaga Sophan Thaksin, tak jauh dari jalan Silom. Dengan membayar sekitar 20 baht, atau sekitar Rp 6.000, bisa mulai menikmati naik ke atas kapal yang melintas di sungai Chao Phraya.

Sungai Chao Phraya seperti biasa sibuk dengan hilik mudik kapal-kapal. Lebar sungai ini bisa mencapai 100 meter, kira-kira lebih kecil dibanding sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak-Kalimantan Barat. Namun dengan lebar seperti itu cukup untuk berbagai kapal angkutan melintas hilir mudik. Salahsatunya kapal angkutan untuk para penduduk kota Bangkok. Selain gedung perkantoran, ada juga jembatan dan rumah ibadah umat Budha dipinggir sungai. Melintas sungai ini saat akan berbuka puasa terasa lupa segala haus dan lapar, karena indahnya pemandangan saat matahari terbenam.

Senja di Chao Praya, Thailand. (photo. dok.pribadi)

Usai melintas sungai, kemudian turun di dermaga Wang Lang. Tepat saat waktu berbuka puasa terjadi. Di dekat dermaga Wang Lang ada resto terkenal bernama Krua Rakang Thong. Menurut pemiliknya, resto tersebut sudah 20 tahun berdiri. Makanan di resto ini bermacam-macam, dan tentu saja dengan cita rasa khas Thailand. Menu pembuka bisa dimulai dengan sup Tom Yum Kung. Disini sup selain terasa pedas dan panas, berisi dengan udang besar. Cukup sebagai pemanasan pembukaan sebelum menyantap makanan utama.

Nasi putih dengan hidangan ikan patin besar, dengan bumbu dan kacang mede serta cabe merah gosong, merupakan hidangan utama yang tak bisa dilupakan. Rasa ikan patin yang renyah, dan pedas bumbu, membuat tak bosan untuk terus menambah. Kacang mede didalamnya, makin membuat rasa menjadi agak aneh, tapi cocok dengan lidah Asia. Ketika mencoba cabe gosongnya sedikit, rasa pedas menjalar tak keruan. Belum lagi bawang putih dan potongan-potongan kecil sayur diatasnya. Membuat rasa makin unik dan tak ada mirip-miripnya dengan makanan di Indonesia.

Makanan ikan patin di Thailand. (photo. dok pribadi)

Agar puas, hidangan utama bisa ditambah dengan Yam Thua Phu. Sejenis udang goreng, yang diberi kuah kental dan dihias dengan telur rebus disekelilingnya. Udang terasa seperti kerupuk kering, tapi menjadi gurih karena bercampur dengan rasa kuning telur rebus. Diantara keunikan tersebut, rasa menjadi makin ramai karena selalu ada pedas yang menyelusup.

Menikmati itu semua sambil meminum es kelapa dan menikmati malam yang mulai menguasai bumi, seperti tak ada habisnya bersyukur. Sebab masih diberikan kesempatan untuk menikmati citarasa Thailand yang cukup terkenal sejagad dunia.

  • Baca juga :

Mengemas Angkringan dalam Kemewahan

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: