Manusia yang Mengajarkan 300 Juta Orang Bahasa Baru

Ia memulai usahanya atas dasar kepedulian. Tinggal di negara dunia ketiga, Guetamala membuatnya belajar kalau banyak orang ingin bisa berbahasa asing. Akhirnya ia membuat aplikasi untuk mempelajari bahasa asing. Duolingo, aplikasi besutannya kini telah membuat 300 juta orang belajar bahasa asing baru.

Dialah Luis von Ahn. Lelaki dengan kacamata tebal, dan bertampang kutu buku. Namun memiliki otak cemerlang. Terbukti ia mampu lulus dari jurusan matematika di Universitas Duke, Carolina Utara, Amerika Serikat (AS) tahun 1996. Baru kemudian melanjutkan ke jurusan ilmu komputer di Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh, AS.

Luis menceritakan masa kecilnya di Guetamala yang penuh dengan keterbatasan. Banyak orang yang kemudian dikenalnya ingin belajar bahasa asing, namun terkendala dengan proses belajar yang rumit dan terbatas juga. Karena keterbatasan dan kepedulian, serta ilmu yang dimilikinya kemudian ia mencoba membuat aplikasi bernama Duolingo. Sebuah aplikasi belajar bahasa asing dengan menggunakan gambar-gambar.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat akses pendidikan menjadi sama rata untuk semua orang”, kata Luis menjelaskan maksudnya membuat Duolingo.

“Kemudian saya memfokuskan pada pendidikan berbahasa, karena saya besar di Guetamala, dimana banyak orang disana saya lihat ingin belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris”, tambahnya.

Menurut Luis ia mengerti mengapa banyak orang ingin belajar bahasa Inggris di Guetamala. Di negeri miskin tersebut, orang berharap bisa berbahasa asing maka akan bisa meningkatkan pendapatan mereka.

Luis von Ahn dan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama yang merupakan pecinta aplikasi Duolingo juga. (dok.CNBC)

Luis kemudian memulai membuat Duolingo pada tahun 2009. Pada saat itu Luis sudah menjadi professor di Universitas Carnegie Mellon. Setelah dirasa pantas untuk diluncurkan, maka Duolingo diperkenalkan kepada publik pada tahun 2012. Tak hanya belajar bahasa Inggris, ada beberapa bahasa lain yang juga bisa dipelajari di aplikasi Duolingo pertama itu, yaitu bahasa Perancis dan Spanyol.

“Saya beruntung mendapatkan kesempatan berbicara di TED Talk untuk memperkenalkan aplikasi program belajar bahasa terbaru itu. Karena waktu itu TED Talk dilihat oleh dua juta orang, maka proses perkenalan aplikasi Duolingo bisa berjalan sukses dan cepat dikenal banyak orang”, papar Luis.

Setelah itu semua berjalan seperti terus berjalan sesuai yang diharapkan. Hingga tahun 2019 semua terlihat positif. “Meskipun kebanyakan kami memperkenalkan Duolingo dari mulut ke mulut, karena tak ada biaya untuk pemasaran dan iklan”, urai Luis.

Sekarang Duolingi bahkan sudah memiliki 100 model pelatihan, dimana didalamnya ada 28 bahasa dunia yang bisa dipelajari. Bahasa-bahasa yang paling digemari adalah Inggris, Spanyol dan Perancis. Sementara perkembangan belajar bahasa Arab dan Ukrainia juga terlihat paling berkembang pesat. Selain itu beberapa bahasa minoritas juga kini sedang diupayakan untuk diperkenalkan, seperti bahasa Wales, Navajo, Gaelic dan Hawai.

Dr Sylvia Warnecke, peneliti senior di Universitas Terbuka Skotlandia mengatakan kalau dia merasa sangat terbantu dengan hadirnya Duolingo. Apalagi saat Duolingo juga menyediakan fasilitas belajar bahasa Gaelic yang makin jarang digunakan saat ini.

“Meski Duolingo mendapatkan kritikan karena kita tak bisa belajar berbagai bahasa dengan cepat dengan cara itu, namun rasanya menyenangkan kalau mendapatkan orang-orang mau memulai belajar bahasa asing menggunakan aplikasi itu”, tutur Warnecke.

Kini Duolingo telah memiliki asset hingga US$ 90 Juta. Sekitar US$ 75 juta berasal dari 2 persen pengguna Duolingo yang mau membayar untuk versi aplikasi tanpa iklan.

“kalau anda rasa cara belajar bahasa yang ditawarkan Duolingo cocok untuk anda, dan memiliki dana lebih, anda bisa membayar versi tanpa iklan. Tapi untuk orang-orang dunia ketiga yang masih miskin, masih bisa mempergunakan aplikasi tersebut dengan gratis”, urai Luis.

Perusahaan Duolingo kini memiliki 200 pekerja, dan Luis berencana menjual saham Duolingo di bursa saham pada tahun 2021 mendatang. Luis sangat berharap aplikasi yang diperkenalkan itu makin terus maju. Karena ia berharap bisa memberikan pelajaran bahasa gratis untuk semua orang.

  • Baca Juga :

Menjaga Hutan Adat Bersama Apai Janggut

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *