Memantau Paus dari Angkasa

Sebenarnya upaya manusia untuk memantau paus telah lama dilakukan. Sejak beberapa dekade lalu, setelah citra satelit berhasil diaplikasikan, satwa liar sebagai objek penelitian terus menjadi perhatian.

Beberapa bentuk gambar citra satelit menjadi saksi bisu perkembangan teknologi dibidang tersebut. Beberapa gambar citra terlihat buram, dengan hanya warna merah muda dan merah kecil ditengah latar belakang hitam. Itu gambar paus melalui satelit pencari panas. Namun gambar merah tersebut dianggap tak mampu memenuhi kebutuhan gambar, yang bisa mengidentifikasi jenis paus tertentu.

Hasil terbaik yang kini bisa dilakukan merupakan hasil kamera satelit Panchromatic. Hasil gambar akan terlihat hitam putih, dengan visual agak blur, karena diambil dari ketinggian ribuan kilometer diangkasa, dan dipaksa mengambil gambar hingga 10 meter diatas ikan paus.

Namun yang terbaru, British Antarctic Survey (BAS) menyiarkan hasil penelitian mengenai penggunaan satelit WorldView2, terhadap keberadaan paus. Dengan yakin mereka mengungkapkan mampu memantau area sampai 113 kilometer persegi (km2), di Golfo Nuevo yang terletak di semenanjung Argentina .

“Dari luas tersebut kami berhasil mengidentifikasi 55 ekor subyek yang diperkirakan paus dan 23 jenis paus lain,” kata Peter T Fretwell, dari BAS melalui penelitian yang dipublikasikan di Jurnal PLoS One.

Hasil tersebut menurut Peter lebih baik, ketimbang menggunakan satelit citra yang hanya menggunakan sinyal panas dipesisir lautan. Sebab bila dikomparasi, satelit citra hanya menampilkan 13 objek yang dianggap paus, pada waktu yang sama.

Hasil pengintaian melalui satelit terhadap keberadaan paus di lautan.

Jenis Berbeda

Pertanyaan selanjutnya setelah mendapatkan gambar paus, bagaimana identifikasi jenis paus itu sendiri. Sebab banyak jenis paus yang ada di dunia ini. Mulai dari yang terkecil seperti paus pembunuh (Orca), hingga terbesar seperti paus biru (Balaenoptera musculus).

Untungnya satelit terbaru tersebut ternyata bisa menampilkan gambar detail dari paus. Bahkan hingga seperti melihat hanya sejauh 10 meter dari angkasa.

“WorldView2 satelit bisa mencapai maksimum resolusi sampai 50 sentimeter di atas permukaan laut. Serta bisa menembus hingga masuk ke laut, dan menampilkan citra spektrum biru yang membedakan paus dengan lautan,” urai Peter lagi.

Hasil gambar yang mendekati sempurna tersebut, yang diklaim sebagai bukti terkuat. Hasil yang terlihat memang sangat memperlihatkan bentuk paus, yang sebenarnya sangat berbeda dengan kapal laut.

Sekarang masalahnya apa benar mereka telah mampu mengidentifikasi jenis paus tertentu. Pada riset itu juga, peneliti mengkhususkan pada paus jenis Southern Right (Eubalaena australis). Jenis ini memang diketahui banyak terdapat di semenanjung Argentina , sejak dahulu. Karena perburuan massif yang dilakukan hingga akhir abad 20, populasi paus didaerah tersebut terus menurun drastis.

“Pada studi ini kami telah mendigitalisasi dan secara otomatis mengidentifikasi obyek, yang sekiranya memiliki ukuran dan bentuk yang sesuai dengan paus yang dicari,” imbuh Peter.

Hasilnya dengan gambar satelit yang memadai, mereka bisa menemukan paus jenis Southern Right, sepanjang paling tidak 16 meter.

“Orca memiliki tubuh yang lebih kecil, namun terkadang pada musim berbeda akan datang paus jenis lain yang memiliki tubuh sebesar paus Southern Right dan diperkirakan bisa menyulitkan penelitian,” ujar Peter.

Dimasa depan Peter berharap resolusi gambar bisa dicapai dengan lebih jelas. Diorbitkannya satelit baru pada  tahun mendatang, diperkirakan bisa memenuhi harapan tersebut. Penelitian-penelitian lanjutan mengenai hal ini juga perlu dilakukan. Mengingat  bila didalami dan dilakukan secara berkala, bisa saja menghasilkan penemuan baru. Terutama penelitian mengenai perilaku paus bisa saja menjadi objek yang terus didalami.

Berbagai pendapat kemudian bermunculan menyikapi teknologi baru yang dianggap sebuah revolusi ini. Kebanyakan berpendapat kalau teknologi ini sangat efisien secara ekonomi. Sebab berarti mengurangi biaya sensus paus, yang biasanya berulang kali menggunakan kapal terbang atau kapal laut.

Vicky Rowntree dari Universitas Utah bilang kalau penemuan ini bisa menjadi langkah baru, dalam pendataan satwa liar. Hasil yang diciptakan menurutnya lebih dari yang diharapkan. Selain juga bisa mengurangi jumlah ilmuwan yang harus tewas, bersama pesawat pemantau paus yang mereka tumpangi.

“Sangat menyenangkan rasanya mengetahui kami bisa lepas dari lingkaran pemantauan paus dilapangan, karena sekarang bisa dilakukan seperti menggunakan remote TV,” ujar Vicky, yang juga Direktur Program Aliansi Penyelamatan Paus Right Whale.

Paus Southern Right sendiri dikenal sebagai spesies umum yang ada di semenjung Argentina . Seekor paus Southern Right dewasa bisa mencapai panjang maksimum sejauh 15 meter, dan memiliki berat sampai 47 ton. Paus ini banyak diburu secara ekstensif mulai dari abad 17 sampai abad 20. Perburuan tersebut yang membuat jumlah mereka terus berkurang, dari semula sebanyak 55.000-70.000, kini diperkirakan tinggal hanya 300 ekor saja pada tahun 1920.

  • Baca Juga :

Melihat Hiu Terbesar Setiap Hari di Manokwari

Spread the love

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: