Tak Sengaja Melihat Rangkong di Meru Betiri

Spread the love

Suara kepak sayap terdengar berat di udara. Suara itu sudah terdengar dari kejauhan. Makin lama terus mendekat. Suara kepak berat yang menandakan adanya burung besar akan lewat.

Dengan penuh rasa keingintahuan, saya terus menunggu jenis satwa apa yang akan lewat tersebut. Dengan kepak berat seperti itu, pasti bukan jenis burung biasa bertubuh kecil. Selintas dikepala terbersit beberapa jenis burung besar, apakah rajawali atau elang? Tapi dua jenis burung itu, setahu saya tak pernah terbang rendah seperti ini.

Dengan sedikit menyembunyikan diri ke pepohonan, saya terus mengamati angkasa. Berjaga-jaga kalau saja mengalami kejadian tak diinginkan dari kehadiran satwa tersebut. Tak lama kemudian terlintas burung dengan kepak berat tersebut. Berwarna hitam, dengan paruh kuning besar. Melintas anggun seperti tak menyadari kehadiran saya, yang berdiri tergagap menatapnya.

Itu burung rangkong, pikir saya. Tapi apa benar? Setahu saya tak pernah ada informasi mengenai keberadaan burung rangkong di tanah Jawa. Tapi saya sekarang berada di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. Mungkin saja satwa itu masih hidup disini. Di hutan yang masih terhitung baik, di ujung timur Jawa.

Penasaran, akhirnya saya bongkar-bongkar lagi data di internet. Melalui situs rangkong.org akhirnya saya ketahui, memang ada jenis rangkong atau enggang yang hidup di Jawa. Menurut situs tersebut setidaknya ada 62 jenis rangkong ada didunia. Dia Afrika 30 jenis, dan Asia 32 jenis. Khusus di Indonesia ada sembilan jenis hidup di Sumatera, delapan jenis rangkong di Kalimantan, Sulawesi dan Papua ada empat jenis rangkong, dan tiga jenis di Jawa.

Untuk mengetahui tiga jenis rangkong di Jawa, akhirnya diketahui dari situs profauna.net. Menurut profauna tiga jenis rangkong di Jawa adalah Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), dan kangkareng perut-putih (Anthracoceros albirostris).

Jadi, salah satu dari ketiga jenis itu yang pernah saya lihat di Taman Nasional Meru Betiri sebelumnya. Tapi kalau mengingat bentuknya, jelas itu bukan jenis Julang Emas. Karena Julang Emas jelas memiliki paruh yang berbeda. Ujung atas paruh seperti bergerigi, meski berwarna kuning juga. Sementara yang saya lihat sepertinya tidak memiliki paruh seperti itu.

Sementara jenis kedua, Kangkareng Perut Putih sepertinya juga tidak. Karena sesuai dengan namanya, perut burung yang saya lihat tidak memiliki warna putih sedikitpun. Tapi saya ingat, saat menemukan bulu burung tersebut yang jatuh ke tanah. Burung itu memiliki sedikit warna putih pada bulu ekor. Dan ciri tersebut ternyata sesuai dengan identifikasi mengenai burung berjenis Rangkong Badak.

Paruh rangkong banyak dicari sebagai pengobatan. (photo:tim laman)

Bila ditelusuri diberbagai informasi, jenis burung ini memang diketahui ada yang hidup di Jawa Timur. Terutama keberadaannya diketahui berada di Taman Nasional Meru Betiri. Hanya sayang jumlahnya makin lama kian menyusut.

Beruntung rasanya masih bisa melihat jenis burung itu di angkasa. Punya sensasi sendiri saat mengingat pernah mendengar kepak sayap beratnya. Tak mungkin saya akan dapatkan rasa itu, bila hanya berkutat melihat satwa di kebun binatang misalnya. Jenis kepak yang membuat kita akan merinding. Mencari tanya, namun bisa menerka kalau burung tersebut memiliki badan besar.

Saat kemudian melihatnya melintas. Pasti akan segera bisa menerka. Paruhnya yang besar, lancip dan berwarna kuning pasti akan segera mengingatkan. Kalau burung tersebut jenis yang bukan sembarangan, mungkin salah satu burung pemilik hutan. Paruh yang ternyata bisa membawa hingga puluhan biji tanaman. Menyebarnya diberbagai belahan hutan yang lain. Burung ini jelas bisa disebut sebagai penebar benih kebaruan.

Lihat Juga :

Melihat Hiu Terbesar Setiap Hari di Manokwari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *