Terumbu Karang Sangat Baik Indonesia Hanya Tersisa Enam Persen

Sebuah pernyataan terbaru yang dikeluarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukan kalau terumbu karang di Indonesia yang terhitung sangat baik hanya tinggal tersisa enam persen banyaknya.

“Berdasarkan data 2019 dari 1.153 lokasi terumbu karang, ada sekitar 390 terumbu karang (33,82%) masuk kategori buruk, 431 terumbu karang (37,38%) masuk kategori sedang, 258 terumbu karang (22,38%) masuk kategori baik dan 74 terumbu karang (6,42%) masuk kategori sangat baik”, ungkap rilis yang dikeluarkan LIPI pada hari Rabu, 1 Juli 2020.

Sumber : LIPI, 2019

Hasil tersebut merupakan keluaran penelitian yang dilakukan LIPI paling terakhir mengenai status terakhir ekosistem perairan. Dalam penelitian ini mencakup area observasi padang lamun, terumbu karang dan mangrove di Indonesia.

Dari area padang lamun, program pemantauan padang lamun pada tahun 2018-2019  menyimpulkan bahwa padang lamun di Indonesia umumnya memiliki komposisi multispesies, dengan tujuh hingga sembilan spesies lamun dan memiliki kelimpahan yang relatif sedang dengan tutupan anatar 30-40 persen. Selain itu, hasil pemantauan juga menemukan bahwa padang lamun di bagian timur Indonesia umumnya lebih tinggi dalam persen tutupan dan kekayaan spesies daripada padang lamun di bagian barat Indonesia.

Sedangkan untuk ekosistem mangrove hasil pemantauan hutan bakau selama 2015-2019 menunjukkan bahwa hutan bakau Indonesia. Ada sedikit peningkatan pada rata-rata cakupan kanopinya. Daerah barat menunjukan tingkat kerapatan tinggi dengan dominasi spesies Rhizophora sp. Spesies ini memiliki tingkat toleransi kerapatan antarpohon yang cukup rapat.  

  • Baca Juga :

Melihat Paus dari Angkasa

“Menurut data penelitian tahun 2018-2019, status padang lamun di perairan Indonesia masih dikategorikan kurang sehat atau moderat,” jelas Plt. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Agus Haryono pada Selasa (30/6/2020).

Sedangkan untuk ekosistem mangrove hasil pemantauan hutan bakau selama 2015-2019 menunjukkan bahwa hutan bakau Indonesia. Ada sedikit peningkatan pada rata-rata cakupan kanopinya. Daerah barat menunjukan tingkat kerapatan tinggi dengan dominasi spesies Rhizophora sp. Spesies ini memiliki tingkat toleransi kerapatan antarpohon yang cukup rapat.  

LIPI saat ini mengembangkan sebuah aplikasi berbasis android MACADA (Mangrove Collection and Analysis of Data) untuk mempermudah para peneliti dalam melakukan monitoring terhadap hutan bakau secara akurat.

Spread the love

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: