Negara Dunia yang Ingin Seperti Bali

Eksotisme pulau Bali ternyata membuat banyak negara dunia iri, dan ingin juga memilikinya. Namun mungkin karena terbentur dengan masalah kepemilikan, maka niat tersebut dihilangkan. Kemudian mereka lebih memutuskan membuat area seperti Bali, di wilayah yang dimilikinya.

Tercatat ada dua negara dunia yang setidaknya memiliki pemikiran ingin seperti Bali. Negara pertama ada Selandia Baru, dan yang kedua adalah Australia. Selandia Baru berniat memiliki Bali, dengan merubah wilayah pulau Chatham yang berada didaerah kekuasaannya. Sementara Australia memilih merubah daerah Cossack di utara pulau Australia, menjadi mirip seperti Ubud di Bali, Indonesia.

Bali Baru untuk Kiwi

Kalau pernah ke Selandia Baru, pulau Catham terletak dibagian timur kepulauan besarnya. Terdiri dari dua pulau kecil yang berdekatan, yaitu Pulau Catham dan Pulau Pitt. Jaraknya sejauh 800 meter dari kepulauan besar Selandia Baru.

Meski pulau Catham tidak sefotogenik Ubud, Bali namun pulau tersebut memiliki keunikan tersebut dari kehidupan laut dan alam liar disekelilingnya.

“Penduduk di pulau Catham hanya 600 orang, dan bisa mendatangkan hingga 2000 orang turis per tahun”, sebuah uraian dimedia Newstalkzb melaporkan.

dok.cic.govt.nz

Pulau ini kini makin merebak sebagai daerah tujuan wisata alternatif, bila tak bisa datang ke Bali karena wabah Covid seperti sekarang ini. Sebab di pulau Catham sama sekali tak memiliki masalah mengenai potensi penyebaran penyakit yang disebabkan virus Covid-19 tersebut.

Potensi lain yang digembar-gemborkan menjadi andalan di pulau Catham adalah banyaknya titik pengamatan satwa liar seperti Kiwi disana. Media CNN Travel melaporkan kalau pulau tersebut menjadi area paling digemari satwa Kiwi untuk didatangi. Bahkan beredar rumor kalau pulau Catham merupakan daerah ikon seperti Bali, yang kerap didatangi, bagi para Kiwi.

Melihat respon yang tinggi terhadap wisata di pulau Catham, kemudian pemerintah setempat berniat terus mengembangkannya. Bahkan mereka bermimpi kalau bisa melebihi Bali di Indonesia.

“Biasanya banyak turis datang pada bulan November sampai Maret. Tapi sekarang seluruh akomodasi sudah habis dipesan sampai Juni 2021”, papar CNN Travel.

Namun dalam penjelasannya, pihak setempat jelas mengakui tak akan mungkin bisa menggantikan Bali, yang terkenal dengan keindahan tropisnya. Namun proses Balifikasi tampaknya bisa diteruskan, mengingat banyak manfaat yang bisa didapatkan, ketimbang kerugian didalamnya.

Salah satu sudut pinggir laut di pulau Catham. (dok.wikitravel)

Kota Hantu Cossack

Daerah bernama Cossack berada di utara kota Perth. Berjarak sekitar 1.300 kilometer (km), dan bisa memakan waktu 16 jam bila berkendara lewat darat. Sementara kalau mau naik pesawat dari Perth bisa memakan waktu sekitar beberapa jam saja.

Penerbangan dari Bali ke kota Cossack menurut rencana akan mulai dibuka dalam waktu dekat. (dok.Demarge)

Wilayah Cossack sempat menjadi tujuan kedatangan orang-orang saat trend pencarian emas merambah wilayah itu. Namun kini, saat tren pencarian emas telah meredup, kota tersebut cenderung ditinggalkan orang-orang, dan menjadi kota mati.

Namun sejak tahun 2020 ini, keberadaan kota ini tampaknya akan menggeliat kembali. Lantaran pemerintah Australia berniat mengembangkan kota tersebut, menjadi tujuan wisata seperti Bali. Konsep terbaru yang dimunculkan merupakan surga ekologi, yang menjadi andalan wilayah tersebut untuk mendatangkan orang-orang berwisata.

“Selain wilayah tersebut yang banyak ada di Cossack, kami juga memiliki kawasan yang terkenal untuk wisata seperti Coral Bay, Karratha dan Taman Nasional Karijini”, ungkap media CNN dalam laporannya.

Selain itu semua, Cossack juga dikenal lantaran adanya bangunan mercusuar buatan Jerman disana, serta spot memancing dilaut yang dicari banyak orang.

Natasha Mahar, CEO dari Gugus Tugas Pengembangan Wisata Utara Barat Australia mengatakan tak hanya dari segi alam saja Cossack memiliki kelebihan, namun kehidupan eksotis penduduk asli Australia juga ada disana.

“Kita akan terlarut dalam keindahan alam dan kehidupan orang-orang didalamnya, lengkap dengan bangunan tua yang ada, meski semua itu sempat ditinggalkan begitu saja”, urai Mahar.

Mahar juga menambahkan kalau keindahan alam di Cossack itu masih sangat alami, karena belum banyak orang yang pernah menyentuhnya.

  • Baca Juga :

Rugi Kalau Belum Pernah Makan Patin di Chao Phraya

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: