Menu Josss Sarapan Diet Mediterania untuk Petualang

Sekarang menu diet kembali menjadi perbincangan dibanyak kalangan masyarakat. Tak hanya wanita, kini kalangan pria juga memerlukan diet. Alasan utamanya tetap ingin mengurangi berat badan, mempertahankan tubuh ideal yang dimiliki saat ini, serta menjaga kesehatan tentunya. Namun berbagai tujuan itu kemudian menjadi masalah ketika kita dihadapkan juga pada masalah hobi. Seperti mendaki gunung, atau kegiatan petualangan lainnya. Lalu bagaimana cara kita, tetap berkegiatan petualangan, namun juga tetap mempertahankan ritme keinginan untuk menjalani diet.

Diet sejatinya kini memiliki banyak pilihan. Menurut laporan terbaru US News & World Report, setidaknya ada lima macam diet yang banyak dijalani orang-orang saat ini. Berikut beberapa diet yang dimaksud adalah diet mediterania, diet flexitarian, diet weight watcher, diet mayo clinic, dan diet ornish.

Diet yang kini menduduki posisi teratas, alias paling banyak dijalani oleh orang-orang dunia merupakan diet mediterania. Dimana kita diharuskan banyak mengosumsi makanan vegetarian, dan karena berasal dari masyarakat mediterania yang notabene dikelilingi lautan, maka menu diet juga berisi makanan laut didalamnya.

Kembali pada kebiasaan berpetualang, kini timbul pertanyaan, bagaimana cara mempraktekan menu diet mediterania untuk konsumsi makan diperjalanan? Mungkin banyak juga yang bisa dipraktekan, tapi dalam artikel kali ini hanya akan dibahas masalah makanan sarapan saja. Berikut beberapa menu sarapan yang bisa dihidangkan saat berpetualang, dengan berpatokan pada prinsip diet mediterania.

Roti Selai Kacang dan Pisang

Menu sarapan diet mediterania yang paling mudah dihidangkan saat berpetualang adalah roti selai kacang dan pisang. Kalau masalah roti, mungkin makanan tersebut merupakan salah satu menu wajib yang dibawa petualang. Meski mungkin sudah benyek-benyek karena tertimpa dan tertindih barang lain didalam ransel, tapi kehadiran roti tetap dicari, karena mudah dan simpel dalam mengonsumsinya.

Sekarang meski roti sudah dalam kondisi rusak, asal masih sehat dikonsumsi, maka bisa dipadukan dengan selai kacang yang biasanya juga dibawa serta. Lumuri saja kalau perlu seluruh permukaan roti dengan selai kacang. Baru kemudian bisa dihidangkan dengan pisang disekelilingnya.

Jelas menu ini paling sehat dan mudah dihidangkan. Tak perlu banyak kegiatan dalam menghidangkan, dan cukup untuk mengisi perut saat baru bangun tidur dan memulai kegiatan petualangan.

dok.pribadi

Telur Roti

Pilihan lain adalah merebus atau menggoreng telur, dan memasukannya diantara roti. Dengan cara itu maka asupan energi yang dibutuhkan saat pagi hari bisa juga tertutupi. Karena roti menghadirkan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh sebagai tenaga. Sementara telur menghadirikan protein yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan dan stamina.

Mungkin perlu juga ditambahkan menu minuman susu, maka akan makin membuat sarapan pagi hari ala mediterania bisa makin ideal. Apalagi kalau bisa menyisipkan sedikit sayur-sayuran diantara telur dan roti, membuat hidangan menu sarapan diet mediterania dihidangkan akan makin joss saja.

yogurt buah (dok.BPGuide)

Yogurt Buah Madu

Jenis sarapan petualang lain yang sesuai dengan prinsip diet mediterania adalah campuran antara yogurt dan buah. Teknik ini bisa dilakukan dengan menghidangkan yogurt dan buah pada piring hidangan. Jenis buah yang ingin dihidangkan bersama yogurt bisa diserahkan kepada petualang yang bersangkutan. Namun jenis apel, pir atau anggur mungkin buah yang sepertinya cocok dengan rasa yogurt yang seperti susu basi.

Untuk menambah nafsu makan, bisa ditebarkan madu diantara yogurt dan buah yang sudah tercampur. Lebih baik lagi bila ditambahkan sedikit-sedikit sayuran dipinggirnya. Selain membuat tampilan lebih menarik, juga menambah ideal menu diet mediterania yang ingin dihidangkan.

  • Baca Juga :

Cara Memasak Nasi di Gunung Agar Tak Gosong

Sebenarnya masih banyak jenis makanan menu mediterania lain yang bisa dihidangkan, khususnya untuk para petualang. Tinggal pintar-pintar saja memilih. Tapi yang jelas tidak mengurangi kandungan gizi dan kalori yang dibutuhkan seorang petualang, yang notabene banyak menguras tenaga saat bertualang di alam bebas.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: