16 Juli 2024
goa swedia
Mereka telah menemukan lorong dan gua yang terhubung sepanjang 2,43 kilometer (km), menjadikannya gua berair terpanjang di Swedia.

Views: 1064

Petualangan ekspedisi di dalam goa tidak bisa sembarangan dilakukan. Apalagi kalau penelusuran goa harus juga menyelam didalamnya. Perlu teknik dan kemampuan khusus untuk kegiatan yang sering disebut cave diving tersebut. Berikut  cerita ekspedisi penelusuran goa di Swedia, yang penuh berisi air didalamnya, dan dipercaya menjadi sistem goa berair terbesar disana.

Mereka menyebut kegiatan ini dengan nama Ekspedisi Bjurälven. Nama Ekspedisi Bjurälven diambil dari nama Lembah Bjurävlen tempat eksplorasi berlangsung. Seluruh wilayah itu memang dikenal sudah lama dipenuhi gua. Catatan eksplorasi tertua yang ada tentang goa di Lembah Bjurälve, sudah ada sejak  pertengahan abad ke-20. Para peneliti dalam eksplorasi goa Lembah Bjurälven percaya bahwa semua gua di kawasan tersebut mungkin terhubung ke dalam satu sistem gua raksasa.

Ekspedisi besar paling terakhir dilakukan tahun 2007 lalu. Saat itu sekelompok penelusur goa mulai menyelidiki goa bawah air di Pegunungan Jämtland, Swedia tengah. Saat usai ekspedisi dilakukan,  mereka tidak menyangka akan menemukan sistem gua bawah air terbesar di Swedia. Lima belas tahun kemudian, mereka masih mengeksplorasinya. Terakhir, mereka kembali ada di sana hingga awal April 2024 lalu.

Kondisi didalam goa Bjuralvsgotten dalam eksplorasi yang dilakukan bulan Maret – April 2024. (dok. ekspedisi bjuralven)

Dua Goa Baru

Ekspedisi ke-13 mereka ke dalam gua dimulai pada 25 Maret 2024. Dengan beranggotakan 20 orang, mereka mulai mengeksplorasi goa Bjurälvsgrotten dan Festins.

Masalah awal penelusuran selalu sama. Harus menghadapi kondisi pintu goa yang tertutup salju, selain juga akses ke lokasi yang tak mudah. Mereka harus mengendarai mobil salju ke pegunungan Jämtland barat laut.

Sesampainya di sana, pertama-tama mereka harus menyekop salju setinggi beberapa meter, ditambah puing-puing dari musim panas sebelumnya, yang menghalangi pintu masuk. Kemudian mereka melakukan penyelaman pengintaian untuk menyiapkan peralatan dan meninggalkan tangki udara cadangan di area yang telah dipetakan.

Pintu masuk ke gua dan lorong di dalamnya sangat sempit. Kamudian memilih genangan air atau sumps sebagai teknik awal untuk memulai penelusuran. Dalam penyelaman air, penjelajah gua harus menavigasi lorong sempit dan jurang vertikal, sering kali merangkak dan menyeret peralatan sambil mengenakan perlengkapan jenis scuba. Suhu air berkisar sekitar 0°C, sehingga semua penyelam mengenakan wetsuit.

Gambar peta digital goa Festins di Swedia yang berhasil dipetakan oleh tim ekspedisi bjuralven, April 2024. (dok. ekspedisi bjuralven)

Goa Perawan

Pada hari ketiga ekspedisi, tim berhasil mengeksplorasi kedua gua tersebut. Bjurälvsgrotten memiliki pintu masuk yang jauh lebih menantang. Setiap penyelam harus melakukan penurunan vertikal sejauh 10 meter (m) di air terjun sebelum mulai melepaskan tali penghubung, dan melakukan awal penelusuran. Begitu masuk, mereka perlu juga menyekop halangan untuk memperluas ruang aksesibilitas.

Sepanjang ekspedisi selama seminggu, disebutkan menyelam di Bjurälvsgrotten sangat sulit karena arus deras. Ada perasaan lebih sukses dan mudah melakukan penelusuran di Festins. Setelah lima hari, mereka mampu menyelesaikan survei sepanjang 30 m ke dalam goa.

“Tiga puluh meter tampaknya tidak banyak,” jelas salah satu dari anggota tim, “tetapi memerlukan upaya yang cukup besar [untuk memetakan] setiap meter gua yang masih perawan.”

Di akhir ekspedisi, kedua tim melakukan penyelaman awal di Meandergrottan, saluran keluar air Sungai Bjurälven. Mereka berharap dapat menjelajahi wilayah itu lebih jauh di masa depan.

Sejauh ini, teori para penelusur goa itu masih bertahan. Mereka telah menemukan lorong dan gua yang terhubung sepanjang 2,43 kilometer (km), menjadikannya gua berair terpanjang di Swedia. Sayangnya, sampai terakhir tidak ada yang tahu seberapa jauh jaraknya. Menurut rencana mereka akan terus mencari tahu hal itu pada tahun-tahun mendatang. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *