LINGKAR BUMI

Berita Petualangan & Lingkungan

Komik Klasik Mendaki Everest, Tapi di Musim Dingin

Membayangkan mendaki gunung Everest saja sudah terengah-engah rasanya. Komik keluaran baru dari Instytut Adama Mickiewicza ini malah memaparkan yang lebih lagi. Mendaki gunung tertinggi dunia, tapi diwaktu paling sulit, saat musim dingin terjadi.

Krzysztof Wielicki bukanlah pendaki paling hebat di dunia. Ia pendaki dari Polandia, yang baru saja mengalami frostbite pada kakinya, karena pendakian di gunung Annapurna, pada tahun 1979. Hingga kemudian ia mendapat tawaran dari Andrzej Zudawa, penanggung jawab tim Polandia untuk mendaki gunung tertinggi dunia, Everest.

Tawaran tersebut tak disia-siakan Wielicki, segera ia menghubungi Zudawa untuk pertemuan pertama tim tersebut pada bulan September 1979. Seluruh jalur dan persiapan untuk pendakian gunung tersebut sudah terasa sempurna, kecuali satu hal, musim dingin yang mematikan pada saat pendakian akan dilakukan.

Pada waktu itu, belum ada pendaki gunung bisa berhasil mencapai puncak Everest pada saat musim dingin. Semua pendaki yang mengerti bahaya, banyak yang angkat tangan bila ada rencana pendakian Everest pada saat musim dingin. Pemikiran gampangnya, mendaki gunung tertinggi di dunia itu pada saat musim kering saja sulit, apalagi dimusim dingin.

Banyak hal memang tak dimengerti dari para petualang. Termasuk istri Wielicki sekalipun, saat suaminya akhirnya memutuskan menjadi bagian tim pendaki Polandia tersebut, dan terbang menuju Kathmandu pada 3 Desember 1979.

Banyak cerita kemudian hadir, karena pendakian itu. Termasuk kematian seorang pendaki Polandia pada ekspedisi tersebut. Hingga akhirnya, setelah 50 hari pendakian, puncak Everest kemudian benar-benar dapat didaki. Tanggal 17 Februari 1980 menjadi sejarah baru, dan membuka mata dunia bahwa mendaki gunung tertinggi dunia bisa saja dilakukan, bahkan di musim paling berat sekalipun.

Upaya Instytut Adama Mickiewicza untuk menceritakan sejarah tersebut kembali, dalam bentuk komik, patut diacungi jempol. Menurut situs Instytut Adama Mickiewicza sendiri, upaya tersebut dianggap cara termudah untuk menceritakan sejarah kembali. Namun yang lebih dalam lagi sebenarnya, bagaimana nilai-nilai petualangan juga tersirat jelas dalam coretan gambar yang dibuat oleh Marek Barger. Bahwa kadang tak semua apa yang akan dipikirkan, harus dimengerti oleh semua orang. Namun pencapaian dari pengorbanan dan kerjakeras, merupakan bukti paling mudah dimengerti banyak orang. (Sulung Prasetyo)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *