Views: 0
Lucunya pendakian pertama dulu tidak dimulai dengan sepatu gunung. Waktu itu merasa cukup percaya diri memakai sepatu basket. Solnya tebal, tampilannya gagah, dan rasanya cukup kuat buat naik gunung. Lagi pula, waktu itu belum benar-benar paham bahwa sepatu adalah perlengkapan yang menentukan kenyamanan perjalanan.
Semangat memang besar. Tapi begitu jalur mulai menanjak dan berubah menjadi tanah basah bercampur akar, akhirnya mulai sadar ada yang salah. Sepatu terasa licin. Setiap menginjak batu, kaki seperti mencari keseimbangan sendiri. Saat turunan, jari kaki terus terdorong ke depan. Tidak sampai cedera, tapi cukup membuat perjalanan terasa lebih berat dari seharusnya.
Dari pengalaman sederhana itu akhirnya belajar satu hal, sepatu gunung bukan dipilih sembarangan. Sepatu bisa menentukan kenyamanan dan keamanan, serta gengsi. Jika baru pertama kali ingin membeli sepatu gunung, catat beberapa hal penting berikut yang sebaiknya diperhatikan.
1. Perhatikan Sol Sepatu
Sol adalah bagian paling penting karena langsung bersentuhan dengan tanah.
Untuk jalur gunung di Indonesia yang sering basah dan berlumpur, pilih sol yang:
- Memiliki pola bergerigi cukup dalam
- Terasa tidak licin saat ditekan ke lantai
- Tidak terlalu keras, tetapi juga tidak terlalu lunak
Sol yang terlalu datar akan mudah tergelincir di tanah basah. Sebaliknya, sol dengan pola yang dalam membantu pijakan lebih stabil, terutama saat menurun.
Ingat, turunan biasanya lebih menguji sepatu dibanding tanjakan.

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.
2. Pilih Bahan Pembungkus Kaki yang Nyaman
Bagian atas sepatu (yang membungkus kaki) juga penting.
Beberapa sepatu terasa sangat tebal dan tertutup rapat. Memang lebih tahan air, tetapi di iklim tropis bisa terasa panas dan lembap.
Untuk pendakian di gunung Indonesia, pilih bahan yang:
- Cukup kuat
- Tidak terlalu kaku
- Masih memungkinkan sirkulasi udara
Kaki yang terlalu lembap mudah lecet. Jadi jangan hanya tergoda klaim “tahan air”, tetapi pikirkan juga kenyamanan dalam jangka panjang.
3. Perhatikan Leher Sepatu
Leher sepatu adalah bagian yang mengelilingi mata kaki.
Untuk pemula, model yang menutup mata kaki umumnya lebih aman. Bagian ini membantu menjaga kestabilan saat berjalan di jalur miring atau berbatu.
Namun, pastikan leher sepatu:
- Tidak terlalu keras
- Tidak menekan tulang pergelangan
- Tetap nyaman saat kaki ditekuk
Penopang memang penting, tetapi jangan sampai membuat kaki terasa terikat terlalu kaku.
4. Jangan Abaikan Tali Sepatu
Tali sepatu sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kestabilan.
Pilih sepatu dengan:
- Tali yang cukup panjang
- Pengikat yang kuat
- Mudah dikencangkan dan tidak mudah longgar
Tali yang baik membantu sepatu menempel dengan pas di kaki. Jika terlalu longgar, kaki mudah bergeser. Jika terlalu kencang, peredaran darah bisa terganggu.
5. Pastikan Nyaman Sejak Awal
Sepatu yang baik biasanya sudah terasa nyaman saat dicoba.
Beberapa tips sederhana:
- Pilih ukuran sedikit lebih besar agar jari tidak tertekan saat turun
- Coba berjalan beberapa menit di toko
- Gunakan kaus kaki yang biasa dipakai mendaki
Sepatu yang terlalu sempit bisa membuat kuku memar saat turunan panjang.
6. Perhatikan Kekuatan Lem dan Jahitan
Cobalah perhatikan bagian sambungan antara sol dan badan sepatu.
Sepatu yang baik memiliki:
- Jahitan rapi
- Lem yang tidak terlihat renggang
- Tidak ada bagian yang tampak mudah terkelupas
Gunung akan menguji kekuatan sepatu melalui lumpur, air, dan tekanan berulang.
7. Tidak Perlu yang Terlalu Mahal
Untuk pendakian gunung umum di Indonesia, Anda tidak memerlukan sepatu dengan harga sangat tinggi.
Lebih baik memilih sepatu yang:
- Sesuai kebutuhan
- Nyaman di kaki Anda
- Kuat dan stabil
Harga mahal belum tentu paling cocok. Yang terpenting adalah fungsi.
8. Coba Sebelum Digunakan Mendaki
Setelah membeli, jangan langsung digunakan untuk pendakian.
Gunakan terlebih dahulu untuk berjalan santai atau aktivitas ringan beberapa kali. Biarkan kaki beradaptasi dan pastikan tidak ada bagian yang menimbulkan rasa sakit.
Langkah kecil ini bisa mencegah masalah besar di jalur.
Pengalaman naik gunung dengan sepatu basket mengajarkan bahwa semangat saja tidak cukup. Perlengkapan yang tepat membuat perjalanan lebih aman dan menyenangkan.
Mendaki bukan hanya tentang mencapai puncak, tetapi tentang kembali dengan selamat dan tetap menikmati prosesnya. Dan sering kali, semua itu dimulai dari sepatu yang tepat. (Sulung Prasetyo)







