20 Mei 2024

mountain

Menurut paparan Ehman, ia memilih jalur tersebut lantaran sudah mengenalnya. Sepertinya kepraktisan dalam penggunaan peralatan panjat tebing dan pemilihan jalur, yang kemudian membuat Ehman berhasil mempertajam rekor pemanjatan seorang diri tersebut.

Views: 5

Rekor pemanjatan sendiri atau solo oleh Alex Honnold di jalur The Nose Yosemite, Amerika Serikat (AS) yang sudah bertahan 11 tahun, akhirnya berhasil kembali dipecahkan oleh Nick Ehman. Sebelumnya Alex pada tahun 2012 mencatat waktu 5 jam 20 menit, rekor tersebut dipercepat menjadi 4 jam 39 menit oleh Nick Ehman pada 11 Oktober 2023.

Ehman sendiri dikenal berasal dari Bloomington, Indiana, AS. Ia bekerja sebagai tim SAR di area konservasi Yosemite Valley semenjak 2020. Beberapa tahun terakhir, ia diketahui sangat menggandrungi jalur The Nose, di salah satu jalur panjat tebing terkenal di Yosemite. Diperkirakan ia telah menyelesaikan jalur tersebut sebanyak 36 kali.

“Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan kemungkinan memanjat jalur itu sendiri saja”, ujar Ehman kepada media www.climbing.com. “Pengalaman memanjat jalur itu selama tiga tahun terakhir, membuat saya berpikir bisa memanjat jalur itu dengan teknik pengaman sendiri, dengan bantuan Grigri”, tambahnya.

Nick Ehman saat melakukan pemanjatan seorang diri jalur The Nose di tebing Yosemite, California, Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2023. Ia mencatat rekor tercepat pemanjatan terbaru yang telah bertahan selama 11 tahun, yang diciptakan Alex Honnold pada tahun 2012. (dok. Nick Ehman/climbing.com)

Beda Jalur

Ehman diketahui melintas melalui jalur pendakian bernama Jardine Traverse, untuk menyelesaikan waktu pemanjatan lebih cepat dari sebelumnya. Sedangkan Honnold diketahui melalui jalur King Swing, saat membukukan rekor pada tahun 2012 lalu.

Menurut paparan Ehman, ia memilih jalur tersebut lantaran sudah mengenalnya. Sepertinya kepraktisan dalam penggunaan peralatan panjat tebing dan pemilihan jalur, yang kemudian membuat Ehman berhasil mempertajam rekor pemanjatan seorang diri tersebut.

Dalam pandangan Ehman, sebenarnya rekor itu bisa dipercepat lagi, bila tetap menggunakan jalur Jardine Traverse. Ia berkesimpulan seperti itu karena seharusnya ia bisa lebih cepat dari rekor yang baru saja diciptakan tersebut. Namun pada kesempatan pertama, ia berniat memanjat solo tersebut, ia memutuskan untuk bermain aman dan nyaman saja.

Video pemanjatan jalur The Nose oleh tim Indonesia pada Juli 2023. (dok. Ibex/youtube)

Turut Senang

Dilain kesempatan, Honnold yang diminta pendapatnya mengenai pemecahan rekor kecepatan miliknya oleh Ehman menyatakan rasa senang tak terhingga atas keberhasilan tersebut. “Sepertinya tak ada lagi pemanjat yang berniat memecahkan rekor tersebut beberapa tahun terakhir ini. Rasanya sangat menyenangkan melihat ada orang lain yang mengejar hal serupa itu lagi”, tuturnya.

Rekor kecepatan memanjat seorang diri di jalur The Nose Yosemite sendiri terus mengalami perbaikan. Hal itu makin menggila setelah para pemanjat menyebut rekor adu cepat itu dengan nama NIAD (Nose In A Day). Dimana pada tahun 1989, pemanjat bernama Steve ‘Shipoopi’ Schneider berhasil melakukan pemanjatan hanya dalam waktu kurang dari satu hari saja, yaitu selama 21 jam 22 menit.

Rekor tersebut kemudian di perbaharui oleh Dean Potter, pada tahun 1999 dengan waktu 12 jam 59 menit. Makin dipertajam lagi oleh Hans Florine dengan catatan 11 jam 41 menit. Pada tahun 2012, Alex Honnold memperbaiki lagi rekor tersebut menjadi 5 jam 20 menit. Sebelum akhirnya rekor tersebut dipercepat lagi oleh Ehman menjadi 4 jam 39 menit.  

Pemanjat tebing Indonesia menurut kabar baru Juli 2023 ini berhasil menyelesaikan jalur The Nose di Yosemite. Tim pendaki yang tergabung dalam Indonesia Big Wall Expedition (IBEX) berhasil menyelesaikan jalur tersebut pada kegiatan bertajuk ‘Yosemite Expedition 2023’. Tercatat nama Iqbal Kamal Fasya dan Yogi Sugiantoro merupakan atlet didalamnya. Ditambah Sofyan Arief Fesa sebagai manajer tim pemanjatan.

Tebing Yosemite sendiri terus menjadi incaran para pemanjat tebing dunia. Tebing itu menjadi legenda karena karakter batuan dan variasi tegakan tebing yang sangat menantang. Keberhasilan mencapai puncak tebing tersebut melalui pemanjatan baru bisa dilakukan pada tahun 1958. Warren Harding, Wayne Merry, dan George Whitmore tercatat sebagai pemanjat pertama yang berhasil menyelesaikan jalur The Nose di tebing berketinggian 880 meter tersebut. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *