LINGKAR BUMI

Berita Petualangan & Lingkungan

panjat tebing

MENANTI MUKJIZAT ATLET INDONESIA PADA BABAK FINAL COMBINE

Jakarta – Meskipun hanya menyisakan dua atlet yang lolos babak final disiplin Lead & Boulder (Combine), namun atlet Indonesia merasa optimis bisa menghadapi dominasi pemanjat Asia lain. Demikian diungkapkan salah satu atlet Indonesia pada Kejuaraan IFSC Asian Qualifiers 2023, di Jakarta, Jumat (10/11/2023). Kedua pemanjat yang lolos tersebut adalah Lintang Cahyani Sukma di kategori puteri, dan Ramadhan Raviandi di kategori putera.

Kejuaraan dimulai sejak pagi hari, dengan melakukan lomba pada disiplin Boulder. Para peserta secara keseluruhan menyelesaikan pertandingan sebelum siang. Seperti hari sebelumnya peserta menyelesaikan empat jalur lintasan disiplin Boulder.

Pada kesempatan tersebut atlet dari Indonesia menyelesaikan ke empat jalur dengan dengan hasil kurang memuaskan. Tak ada yang mencapai titik puncak jalur lintasan setinggi lima meter tersebut. Bahkan ada beberapa atlet Indonesia yang bertarung hanya meraih nilai kosong, alias gagal sama sekali.  

Kelelahan

Ravianto Ramadhan, atlet dari Indonesia menyatakan kelelahan, karena belum lama berselang harus mengikuti event Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) di Semarang. “Masa recovery hanya kurang dari seminggu, jadi kurang maksimal”, ujarnya.

Ia juga menjelaskan kalau saat Lead ia mengalami kesalahan di awal. Jadi sempat membuang waktu dan tenaga percuma. Alhasil ia tak mendapatkan hasil mengesankan, dan membuatnya tak lolos ke babak final.

Sementara pada disiplin Lead, pertandingan baru dilakukan pada jam 18.00 WIB. Ada 20 atlet yang mencapai titik semi-final. Termasuk didalamnya enam atlet dari Indonesia. Mereka bertanding melalui jalur lintasan pemanjatan setinggi 15 meter.

Secara keseluruhan tak semua atlet mampu mencapai titik tertinggi, termasuk semua atlet Indonesia.

Optimis

Untungnya dua atlet Indonesia berhasil mengumpulkan point yang cukup untuk menuju babak final. Ramadhan Raviandi, salah satu atlet Indonesia yang lolos menyatakan ia merasa kehabisan tenaga pada titik terakhir ia terjatuh. Meskipun kemudian akhirnya ia menduduki peringkat yang dianggap bisa melangkah ke babak final.

“Babak final nanti sama sekali tak bisa dianggap enteng. Lawan yang harus dihadapi semua tangguh. Tapi tak ada yang bisa menebak apa yang terjadi di babak final nanti”, kata Ramadhan Raviandi, yang ditemui usai dinyatakan lolos ke babak final.

Atlet panjat tebing Jepang, Ogata Yoshiyuki saat bertanding di disiplin Lead, kejuaraan IFSC Asian Qualifiers di Jakarta, Jumat (10/11/2023). (photo : Lena Drapella/IFSC)

Sementara itu dominasi atlet Jepang mulai diikuti atlet Korea Selatan dan Cina. Tercatat empat atlet Jepang berhasil masuk ke babak final dengan nilai tertinggi. Keempat atlet Jepang tersebut adalah Ito Futuba, Nonaka Miho, Anraku Sorato dan Ogata Yoshiyuki. Sementara atlet Korea Selatan yang masuk tiga besar merupakan Seo Chaehyun, dan atlet China yang menyeruak tiga besar adalah Pan Yufei. Total atlet yang mengikuti babak semi-final berjumlah 20 orang. Dari keseluruhan hanya diambil delapan atlet pada masing-masing kategori putera dan puteri, yang akan menjalani babak final disiplin Bpulder & Lead (combine). Mereka akan bertanding pada babak final disiplin Boulder & Lead pada hari Sabtu (11/11/2023) nanti. Babak final disiplin ini tetap diadakan di arena panjat tebing Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. (Sulung Prasetyo)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *