16 Juli 2024
gunung marapi
Pada kasus di gunung Marapi, kabarnya pendaki yang selamat berlindung dibalik batu besar. Ada juga yang selamat karena menggunakan ransel, dan perangkat berbahan lebar sebagai perisai diri.

Views: 21

Mendaki gunung di Indonesia tak bisa menghindari gunung berapi. Sebab sebagian besar gunung di Indonesia merupakan gunung berapi. Oleh sebab itu Indonesia sering disebut sebagai kawasan ring of fire. Dimana letak gunung berapi berjejer-jejer seperti lingkaran cincin besar disepanjang pulau-pulau di Indonesia.

Tak percaya? Coba lihat deretan gunung di bukit barisan Sumatera. Sebenarnya itu adalah deretan gunung berapi. Mulai dari Aceh sampai Lampung. Dilanjutkan ke gunung Krakatau. Masih terus ke pulau Jawa, mulai dari Pulosari sampai gunung di timur Pulau Jawa semua gunung berapi. Dilanjutkan lagi ke gunung Agung di Bali. Masuk ke Lombok ada gunung Rinjani. Kemudian ke Nusa Tenggara Barat ada gunung Tambora.

Barisan itu kemudian berbelok ke utara ke arah pulau Sulawesi. Mulai dari provinsi Sulawesi Selatan, ke Sulawesi Tengah, sampai Sulawesi Utara itu semua daerah deretan gunung berapi. Dilanjutkan ke Philipina, dan seterusnya ke utara lagi.

Deretan gunung berapi di Indonesia menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) Indonesia. (dok. wikipedia)

Persiapan Sebelum Mendaki

Jadi para pendaki gunung di Indonesia memang sudah sepatutnya siap dengan situasi darurat. Seperti saat menghadapi gunung meletus ketika mendaki gunung. Seperti juga yang menimpa banyak pendaki di wilayah Sumatera Barat baru-baruini. Dimana puluhan pendaki gunung terperangkap saat mendaki gunung Marapi di Sumatera Barat.

Lalu sebenarnya apa-apa saja yang harus diperhatikan bila kita akan mendaki gunung berapi? Terutama dalam tulisan ini, akan dibahas apa yang perlu dipersiapkan mulai dari sebelum mendaki, saat dalam pendakian, hingga saat benar-benar terjebak dalam letusan.

Langkah pertama yang bisa dilakukan sebelum mendaki adalah memahami tentang gunung berapi yang akan didaki. Kalau bisa sebelum berangkat, pelajari secara mendalam tentang gunung yang akan didaki. Pahami tanda-tanda letusan dan aktivitas geologis yang perlu diwaspadai.

Selain itu pahami juga masalah perizinan dan peralatan untuk mendaki gunung berapi. Pastikan untuk memiliki izin mendaki yang valid. Persiapkan peralatan yang sesuai, termasuk masker debu, pakaian tebal, dan perbekalan darurat.

Saat Mendaki dan Menghadapi Letusan

Kemudian ketika berada di gunung berapi, terdapat langkah-langkah penting yang harus diikuti. Salah satu hal pertama yang harus dilakukan merupakan terus memantau aktivitas gunung. Perhatikan perubahan tiba-tiba seperti suara gemuruh atau asap yang mungkin menjadi tanda adanya letusan.

Hal berikutnya adalah mengikuti rute yang aman. Jangan menyimpang dari rute yang telah ditentukan. Ikuti petunjuk pemandu lokal atau otoritas setempat.

Masalah pelik yang benar-benar terjadi adalah saat ketika terjadi letusan. Apabila benar-benar pendaki harus menghadapi kondisi terjebak berada di jalur pendakian saat letusan gunung berapi terjadi, setidaknya ada beberapa langkah-langkah berikut sangat penting diperhatikan untuk keselamatan.

Upaya yang pertama adalah mencari perlindungan. Temukan tempat perlindungan yang aman dari material vulkanik seperti gua atau lereng yang terlindung. Pada kasus di gunung Marapi, kabarnya pendaki yang selamat berlindung dibalik batu besar. Ada juga yang selamat karena menggunakan ransel, dan perangkat berbahan lebar sebagai perisai diri. Jadi kegunaan ponco atau jaket bisa setidaknya melindungi tubuh dari serbuan abu vulkanik yang tiba-tiba menyerang.

Hal selanjutnya yang bisa dilakukan adalah menggunakan masker pada wajah, sehingga bisa menghindari debu, serta bahaya pernafasan. Pakai masker debu dan hindari aliran piroklastik atau material lahar. Juga perhatikan area yang dilintasi, kalau bisa jauhi area yang rawan longsor.

Saat kondisi memang benar-benar sulit karena terjebak, langkah-langkah seperti memanggil bantuan melalui perangkat komunikasi juga sangat disarankan segera dilakukan. Jangan terlalu panik dengan meninggalkan semua barang-barang. Setidaknya bawa terus alat komunikasi, karena hanya dengan alat tersebut kita bisa berkomunikasi dengan tim bantuan.

Mendaki gunung berapi adalah pengalaman luar biasa namun memerlukan kewaspadaan yang tinggi. Selalu utamakan keselamatan dan perhatikan tanda-tanda peringatan selama perjalanan. Dengan persiapan yang matang dan reaksi cepat, setidaknya terbukti bisa membuat nyawa tidak melayang begitu saja. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *