20 Mei 2024
pernikahan petualang
Di rumah mereka, terpampang salah satu foto pernikahan paling unik didunia. Sepasang pengantin, lengkap dengan busana jas dan gaun, serta latar belakang gunung tertinggi dunia dengan lapisan salju memutih diatasnya.

Views: 5

Sebagai manusia, kadang memiliki mimpi yang ingin diraih. Termasuk mimpi-mimpi disaat penting seperti pernikahan. Di dunia ini sekarang banyak pasangan yang melakukan pernikahan di lokasi-lokasi tak lazim. Terutama di tempat-tempat yang dianggap ekstrem, seperti di kaki gunung tertinggi dunia, sambil meluncur ski, atau bahkan dibawah laut.

Puluhan tahun silam, di Indonesia sempat geger karena sepasang petualang melakukan pernikahan di jeram sungai. Acara tersebut menjadi fenomenal, dan dikenang sepanjang masa. Namun beberapa tahun berselang, acara spesial seperti itu seperti menghilang.

Tapi ternyata itu hanya di Indonesia saja yang menghilang. Di seluruh dunia ini, ternyata gaya pernikahan di alam bebas terus menjadi trend. Banyak cerita-cerita yang kemudian beredar, termasuk pernikahan di kaki gunung tertinggi dunia, Everest.

Pernikahan di Kaki Gunung Tertinggi Dunia

Untuk mencapai lokasi pernikahan, pasangan Austin O’Reilly dan Julia O’Reilly harus melewati sebuah jembatan gantung. Dibawahnya terbentang jalur sungai deras dari lelehan salju. Dingin sangat jelas, karena salju itu berasal dari gunung tertinggi dunia, Everest di Nepal. Namun pasangan itu tetap berusaha melaluinya, meski rasa ngeri jelas terbayang di wajah mereka.

“Kami hanya membayangkan saling bergantung satu sama lain, dan akhirya mengetahui kalau perjalanan ini akan tetap dirasakan bersama sampai akhir tujuan nanti”, urai Austin, menceritakan moment unik pernikahannya itu.

Austin dan Julia  bertemu di New York dan menjalin hubungan asmara sejak tahun 2019. Selama berpacaran mereka kerap melakukan berbagai perjalanan petualangan di alam bebas. Saat akhirnya tiba saatnya akan menikah, mereka kebingungan menentukan lokasi pernikahan.

“Awalnya ayah saya yang bercanda, “Bagaimana kalau Everest”, katanya”, Julia menceritakan alasan memilih lokasi pernikahannya di Basecamp gunung tertinggi dunia tersebut. Akhirnya ide itu malah benar-benar terjadi, karena kalau dihitung-hitung, menikah di kaki gunung Everest ternyata lebih murah, daripada menikah di Amerika Serikat (AS).

Pada 22 Mei 2022 akhirnya pesta pernikahan benar terjadi disana. Difasilitasi oleh penyelenggara wisata perjalanan Ian Taylor, pesta pernikahan itu sukses dilaksanakan. Sekarang mereka sudah hidup berbahagia, tinggal dan bekerja di AS. Di rumah mereka, terpampang salah satu foto pernikahan paling unik didunia. Sepasang pengantin, lengkap dengan busana jas dan gaun, serta latar belakang gunung tertinggi dunia dengan lapisan salju memutih diatasnya.

Pasangan Owen dan Haley saat meluncur di jalur ski salju saat pernikahan mereka. 0dok. the new york times)

Pengantin Ski Salju

Lain lagi yang dialami Haley Badenhop dan Owen Leeper. Setelah mereka bertemu di lapangan volley pantai, di Wyoming, AS, rasanya dunia seperti milik mereka berdua saja. Awalnya karena ajakah Owen untuk bertualangan, kalau saja Haley mau. Ujungnya mereka terus bertualang di alam bebas bersama, merasakan lompat tebing, berperahu, mendaki gunung, dan mendayung.

Sebenarnya adalah Haley seorang seniman yang sering berada di gunung untuk membangkitkan imajinasinya. Sementara Owen bekerja sebagai seorang atlit ski salju professional. Karena kegilaannya pada olahraga ski itulah, yang kemudian memunculkan ide pernikahan di lokasi ski Jackson Hole Mountain Resort.

Acaranya sendiri sederhana saja. Pasangan mempelai dan tamu berombongan menuju puncak gunung lokasi ber-ski biasa dimulai. Kemudian acara pernikahan resmi dilakukan disana. Setelah itu pasangan mempelai merayakan pernikahan dengan melakukan peluncuran ski, lengkap dengan busana pernikahan mereka.

“Kami tetap terus bertanya-tanya sampai janji pernikahan terjadi, dan tamu-tamu kemudian berteriak-teriak agar kami mulai meluncur”, urai Haley menceritakan kisah pernikahan uniknya.

Acara pernikahan itu usai dengan pesta-pesta di lokasi finish peluncuran ski. Sambil merayakan pernikahan dan minum sampanye, Owen berkata, “Dia mau meluncur ski bersama saya, lengkap dengan gaun pestanya. Saat itulah saya yakin kalau dia adalah pasangan hidup terbaik untuk saya”.

Alex dan Ariel Smiethe melangsungkan pernikahan dibawah laut Mexico. (dok. the new york times)

Pernikahan Bawah Laut

Gaya pernikahan unik di alam bebas lain dialami pasangan Alex dan Ariel Smiethe. Pasangan yang kini tinggal di Colorado AS itu pernah melakukan pernikahan di bawah laut. Menurut Alex prosesi itu ia pilih lantaran kalau di alam bebas, ia merasa keluar dari zona nyaman. Begitupun pernikahan yang akan dijalaninya. Oleh karena itu ia ingin prosesi tersebut terjadi ditempat yang paling ditakutinya, yaitu lautan.

“Saya hanya ingin meyakini, kalau pasangan hidup saya adalah orang yang mau menemani bahkan sampai ke tempat yang paling saya takuti sekalipun”, papar Ariel mengenai rencana pernikahannya.

Untuk memuluskan rencana itu, mereka akhirnya mengambil kursus menyelam. Saat kemudian acara prosesi dilakukan, mereka terbang ke Cozumel, Mexico. Mereka menyelam hingga kedalaman beberapa meter, dan disaksikan 15 tamu undangan, akhirnya ritual pernikahan dilangsungkan dengan khidmat.

“Saat berada dibawah laut, saya cemas kalau cincin pernikahan lepas dan hilang entah kemana. Belum lagi urusan ciuman setelah diresmikan, sulit sekali. Kita harus melepas regulator dulu, menahan nafas, baru bisa berciuman dengan sangat cepat”, cerita Alex Miethe tentang prosesi pernikahan dibawah lautnya.

Namun bagi mereka berdua, ritual pernikahan dibawah laut itu sangat memiliki makna lain. Kondisi bawah laut yang berbeda dengan dipermukaan tanah, membawa sisi filosofi ritual itu seperti mengena untuk mereka. Seperti berada dalam sisi transformasi, menuju ke alam berbeda. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *