bungan mekar

Terlalu Panas, Waktu Mekar Bunga di Hutan Tropis Berubah

Views: 0

Perubahan iklim tidak hanya memengaruhi musim dingin dan musim semi di belahan bumi utara, tetapi juga berdampak signifikan pada waktu mekar bunga di hutan tropis di seluruh dunia. Analisis terhadap ribuan spesimen bunga yang dikumpulkan selama lebih dari dua abad menunjukkan bahwa sejumlah tanaman tropis kini mekar lebih awal atau lebih lambat dibandingkan masa lalu—pergeseran yang dinilai para ahli berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem yang rapuh.

Skylar Graves, ahli ekologi dari University of Colorado Boulder dan penulis utama penelitian, menggambarkan temuan ini sebagai perubahan perlahan yang terjadi di pusat keanekaragaman hayati dunia. “Kami menemukan bahwa tanaman tropis tidak kebal terhadap perubahan iklim seperti yang sebelumnya diasumsikan,” katanya. Ia menekankan pentingnya data herbaria sebagai sumber bukti jangka panjang untuk membaca perubahan ekologis.

Perubahan Waktu Mekar yang Terukur

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS ONE pada 25 Februari 2026 itu menganalisis lebih dari 8.000 spesimen bunga dari museum dan koleksi ilmiah yang dikumpulkan antara tahun 1794 hingga 2024. Dari ribuan koleksi tersebut, peneliti memilih 33 spesies tanaman tropis dengan periode berbunga tahunan yang jelas, sehingga pergeseran waktunya dapat dihitung secara kuantitatif dan dibandingkan dengan data wilayah lain.

Hasilnya menunjukkan bahwa secara rata-rata waktu mekar bunga bergeser sekitar 2,04 hari per dekade selama lebih dari 200 tahun terakhir. Namun perubahan ini tidak seragam. Beberapa spesies hanya bergeser kurang dari satu hari per dekade, sementara spesies lain mengalami perubahan hingga lebih dari 14 hari per dekade.

Graves menjelaskan bahwa arah perubahan juga berbeda-beda. Sebagian tanaman kini mekar lebih awal dalam setahun dibandingkan catatan historis, sementara lainnya justru mekar lebih lambat. “Ini bukan tren sederhana ke satu arah. Ada variasi besar antar spesies, yang mencerminkan bagaimana masing-masing merespons faktor lingkungan yang berbeda,” ujarnya.

Dampak Ekologis yang Luas

Para ilmuwan memperingatkan bahwa pergeseran waktu mekar ini dapat memengaruhi hubungan krusial antara tanaman dan organisme lain, termasuk penyerbuk seperti serangga serta hewan penyebar biji. Banyak spesies telah berevolusi mengikuti siklus berbunga tertentu. Ketika waktu berbunga berubah, sinkronisasi tersebut bisa terganggu.

“Ketika bunga mekar di luar waktu yang diharapkan oleh penyerbuk, itu seperti memecah ritme yang telah berlangsung selama ribuan tahun,” kata Erin A. Manzitto-Tripp, rekan penulis studi yang juga berasal dari University of Colorado Boulder. Ia menambahkan bahwa perubahan ini berpotensi memicu ketidaksesuaian ekologi yang menimbulkan efek berantai di seluruh jaringan kehidupan tropis.

Menurutnya, kompleksitas hubungan antara tanaman dan hewan di kawasan tropis membuat dampak perubahan ini sulit diprediksi. “Selama ini tropis sering dianggap lebih stabil. Studi kami menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak lagi sepenuhnya tepat,” katanya.

Lokasi studi mengenai masa mekar bunga di wilayah tropis.

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.

Mengapa Bunga Tropis Penting

Kawasan tropis menampung sebagian besar keanekaragaman hayati dunia, termasuk lebih dari separuh spesies tanaman vaskular dan sebagian besar vertebrata. Meski demikian, wilayah ini relatif kurang diteliti dalam konteks perubahan iklim dibandingkan kawasan beriklim sedang atau boreal.

Penelitian ini membantu mengisi kekosongan tersebut dengan menunjukkan bahwa proses biologis dasar—seperti waktu mekar bunga—juga berubah di wilayah tropis. Studi ini sekaligus menegaskan nilai herbaria sebagai arsip ekologis jangka panjang yang memungkinkan ilmuwan melacak perubahan lintas abad.

Graves berharap temuan ini mendorong dukungan lebih besar untuk digitalisasi koleksi herbarium di berbagai negara, sehingga data historis dapat dimanfaatkan untuk memahami respons ekosistem terhadap perubahan iklim global.

Kondisi Bunga Tropis Saat Ini

Saat ini, pergeseran waktu berbunga di kawasan tropis semakin terdeteksi dan dipantau secara sistematis. Beberapa spesies menunjukkan perubahan yang cukup ekstrem. Di Brasil, misalnya, ada tanaman yang kini mekar sekitar 80 hari lebih lambat dibandingkan pertengahan abad ke-20. Di Ghana, beberapa spesies justru mulai berbunga beberapa minggu lebih awal dibandingkan beberapa dekade lalu.

Walau rata-rata perubahan terlihat kecil dalam hitungan hari per dekade, akumulasinya selama puluhan tahun menghasilkan perbedaan waktu yang signifikan. Secara ekologis, kondisi ini menjadi sinyal bahwa sistem tropis tidak sepenuhnya stabil terhadap tekanan iklim.

Perubahan tersebut dapat mempercepat terjadinya ketidaksesuaian waktu antara tumbuhan dan hewan yang saling bergantung. Penyerbuk mungkin tidak lagi menemukan pasokan nektar pada saat dibutuhkan, sementara tanaman kehilangan peluang penyerbukan karena mitra biologisnya belum atau tidak lagi hadir.

Para peneliti menilai bahwa memahami perubahan fenologi bunga tropis menjadi langkah penting dalam merancang strategi konservasi yang adaptif. Tanpa upaya mitigasi dan pemahaman yang lebih dalam, pergeseran kecil yang berlangsung perlahan dapat berkembang menjadi gangguan besar terhadap struktur dan fungsi ekosistem hutan tropis di masa depan. (Sulung Prasetyo)

Lanjut lagi...

kecelakaan di gunung

Apa Itu Acute Mountain Sickness? Arti dan Risiko bagi Pendaki Gunung

alpine divorce

Apa Itu Alpine Divorce? Arti dan Dinamika Partner dalam Pendakian Gunung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *