20 Mei 2024
Tanpa strategi jelas untuk menyelamatkan danau, maka diperkirakan sumberdaya danau yang kini banyak dimanfaatkan manusia akan hilang sama sekali.

Views: 0

Dampak dari perubahan iklim terus menggejala pada banyak sektor. Salah satu area yang diprediksi akan terdampak dari fenomena tersebut merupakan danau. Tanpa strategi jelas untuk menyelamatkan danau, maka diperkirakan sumberdaya danau yang kini banyak dimanfaatkan manusia akan hilang sama sekali.

Perubahan iklim, merupakan salahsatu hasil dari fenomena pemanasan global. Makin panas suhu bumi, maka menyebabkan iklim makin tak teratur seperti sedia kala. Banyak pihak yang kini merasa dirugikan akibat perubahan iklim tersebut. Penerbangan menjadi terhambat karena badai yang datang tiba-tiba, pertanian menjadi merugi karena hujan datang tak tentu waktunya, nalayan banyak merugi karena alam makin sulit diterka, sementara banjir juga makin kerap terjadi karena adanya faktor cuaca ekstrem.

Dampak Perubahan Iklim

Danau, yang merupakan bagian dari sungai juga terdampak dari fenomena perubahan iklim tersebut. Gadis Sri Haryani, dalam pengukuhan dirinya sebagai Profesor Riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), 14 Juni 2013 lalu memaparkan dampak dari perubahan iklim terhadap ekosistem danau dikelompokan menjadi empat bagian. Pertama, dampak terhadap karakteristik danau. Kemudian dampak terhadap karakteristik kimia, kemudian juga ada dampak pada biologi. Serta yang terakhir merupakan dampak terhadap tipe genesa danau.

“Perubahan iklim mengakibatkan perubahan durasi musim atau penghujan yang menyebabkan semakin tingginya fluktuasi perubahan luasan atau volume danau, atau membuat makin surut danau,” tutur Gadis.

Perubahan tersebut bisa berdampak serius bagi danau. Seperti tipe danau oxbow, atau terhubung dengan sungai, yang banyak di Kalimantan. Perubahan pada volume sungai yang tiba-tiba karena perubahan iklim akan merubah juga fungsi reproduksi ikan-ikan yang banyak tinggal didanau tersebut.

“Musim kemarau yang berkepanjangan bisa membuat koneksi danau oxbow tersebut terputus, yang bisa mengakibatkan turunnya produktivitas perikanan,” tambah Gadis lagi.

Kondisi tersebut tak bisa didiamkan. Maka daerah seperti Kabupaten Kapuas Hulu yang memiliki 115 danau dengan luas 120.000 hektare (ha), yang sebagian besar bertipe oxbow perlu diperhatikan dengan lebih serius.

Perubahan isi danau akibat kemarau panjang, sebagai salahsatu dampak dari perubahan iklim juga patut dipelajari dengan lebih serius. Sebab banyak danau saat ini selain dimanfaatkan ikan didalamnya, airnya juga banyak dipergunakan untuk irigasi. Dari hitung-hitungan terakhir, kemarau panjang bisa menyebabkan penurunan luas danau rata-rata hingga 50 persen dari normal.

“Perlu dilakukan evaluasi secara seksama untuk mengantisipasi dampak danau dari perubahan iklim, termasuk didalamnya pemetaan untuk identifikasi eskalasi bahaya, kerawanan bahaya, serta resiko dan dampak yang bisa terjadi pada danau karena perubahan iklim,” ujar Gadis, memberikan solusi.

Rencana Aksi

Sementara itu dilain pihak, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) juga menyadari bahaya yang mungkin timbul dari fenomena perubahan iklim terhadap ekosistem danau. Oleh karena itu dibuat Rencana Aksi Penyelamatan Ekosistem Danau pada tahun 2011 di Semarang, Jawa Tengah. Dalam pertemuan tersebut dicanangkan Gerakan Penyelamatan Danau (Germadan).

“Gerakan ini lahir dari kesadaran penuh atas perlunya upaya percepatan penyelamatan danau prioritas melalui kesepakatan komitmen bersama penyelamatan danau sebagai sebuah Gerakan Penyelamatan Danau,” ujar Arif Yuwono, Deputi I bidang Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim KLH.

Namun saat ini faktor kerusakan danau, lebih diprioritaskan yang berasal dari polusi manusia dahulu. Seperti bahaya makin menjamurnya eceng gondok, yang disinyalir merupakan tanda makin tingginya polusi yang disalurkan ke danau tersebut.

Saat ini ada 14 danau yang dijadikan prioritas untuk dipertahankan kelestariannya. 14 danau prioritas tersebut adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Singkarak dan Danau Maninjau (Sumatera Barat), Danau Kerinci (Jambi), Danau Rawa Danau (Banten), Danau Batur (Bali), Danau Tempe dan Danau Matano (Sulawesi Selatan), Danau Poso (Sulawesi Tengah), Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Limboto (Gorontalo), Danau Sentarum (Kalimantan Barat), Danau Mahakam yang terdiri dari danau Semayang, Melintang, dan Jempang (Kalimantan Timur), dan Danau Sentani (Papua).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *