Views: 5
Manusia kemungkinan telah menjalin hubungan yang dekat dan berkelanjutan dengan serigala abu-abu ribuan tahun sebelum anjing benar-benar menjadi hewan domestik, menurut sebuah studi ilmiah baru yang menantang anggapan lama tentang asal-usul hewan peliharaan pertama di dunia.
Penelitian yang dipublikasikan pada 24 November 2025 di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini didasarkan pada analisis genetik, isotop, dan arkeologis terhadap sisa-sisa serigala purba yang ditemukan di Stora Karlsö, sebuah pulau kecil di Laut Baltik, lepas pantai Swedia.
Studi tersebut dipimpin oleh Linus Girdland-Flink, ahli biologi evolusioner dari University of Aberdeen, bersama Anders Bergström dari University of East Anglia, Jan Storå dari Stockholm University, serta peneliti dari sejumlah lembaga riset Eropa, termasuk Francis Crick Institute.
Bukti Hidup Bersama
Para ilmuwan menganalisis sisa dua individu kanid yang berusia antara 3.000 hingga 5.000 tahun, ditemukan di Gua Stora Förvar, sebuah situs yang diketahui digunakan oleh komunitas pemburu anjing laut dan nelayan prasejarah. Pulau tersebut tidak memiliki mamalia darat asli, sehingga para peneliti menyimpulkan bahwa serigala-serigala itu tidak mungkin tiba secara alami.
“Satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah manusia membawa hewan-hewan ini ke pulau,” kata Girdland-Flink. “Hal itu sendiri sudah menunjukkan tingkat interaksi dan pengendalian yang sangat tidak biasa untuk seekor serigala liar.”
Uji genom mengonfirmasi bahwa hewan-hewan tersebut merupakan serigala abu-abu murni, tanpa jejak nenek moyang anjing domestik. Namun, bukti lain menunjukkan bahwa mereka hidup sangat dekat dengan manusia. Analisis isotop stabil pada tulang mengungkapkan pola makan yang kaya protein laut, sangat mirip dengan pola konsumsi manusia yang tinggal di pulau tersebut.
“Itu berarti serigala-serigala ini memakan makanan yang sama dengan manusia,” kata Storå, profesor osteoarkeologi. “Mereka tidak hidup mandiri seperti predator liar pada umumnya.”
Serigala Lebih Dahulu Didomestikasi
Salah satu kerangka serigala juga menunjukkan cedera kaki yang parah, yang kemungkinan besar membuatnya sulit berburu. Meski demikian, hewan tersebut bertahan hidup cukup lama hingga tulangnya menunjukkan tanda-tanda penyembuhan parsial. Menurut para peneliti, temuan ini mengindikasikan adanya perawatan atau pemberian makan oleh manusia.
Pontus Skoglund, penulis senior studi ini dan ahli genetika di Francis Crick Institute, mengatakan temuan tersebut menggambarkan sejarah hubungan manusia–serigala yang jauh lebih kompleks daripada yang selama ini dipahami.
“Ini tidak berarti serigala-serigala tersebut adalah anjing,” kata Skoglund. “Namun temuan ini menunjukkan bahwa manusia mungkin telah mengelola, memelihara, atau mentoleransi kehadiran serigala dalam komunitas mereka jauh sebelum anjing muncul sebagai spesies domestik yang jelas.”
Para ilmuwan secara umum sepakat bahwa anjing didomestikasi dari serigala setidaknya 15.000 tahun lalu, meski lokasi dan proses pastinya masih diperdebatkan. Temuan baru ini menunjukkan bahwa domestikasi kemungkinan bukan peristiwa tunggal yang linear, melainkan hasil dari berbagai bentuk percobaan hidup berdampingan antara manusia dan serigala di tempat dan waktu yang berbeda.
Para peneliti menegaskan bahwa studi ini tidak membuktikan serigala didomestikasi sebelum anjing. Namun, penelitian ini menyoroti tahap awal hubungan yang sebelumnya tidak terdokumentasikan, di mana serigala mungkin hidup bersama manusia dengan tingkat ketergantungan dan pengendalian tertentu.
Menurut para penulis, hubungan awal tersebut kemungkinan menjadi fondasi penting bagi munculnya anjing, sekaligus mengubah pemahaman ilmiah tentang ikatan evolusioner yang sangat tua antara manusia dan serigala. (Sulung Prasetyo)





