Views: 5
Di ketinggian ekstrem, mesin sepeda motor kehilangan tenaga lebih cepat daripada manusia kehilangan kata-kata. Udara yang menipis, suhu yang menusuk, dan medan yang berubah dari pasir ke es memaksa setiap pengendara bergerak pelan dan penuh perhitungan. Di lereng Gunung Ojos del Salado, gunung berapi aktif tertinggi di dunia, tiga sepeda motor bergerak perlahan menuju titik yang belum pernah dicapai siapa pun sebelumnya.
Francisco Rencoret bersama dua putranya, Max dan Tomás, berhasil mencapai ketinggian 6.639 meter di atas permukaan laut dengan sepeda motor trial yang telah dimodifikasi. Capaian itu mencatatkan rekor dunia baru untuk ketinggian tertinggi yang pernah diraih sepeda motor, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang seorang pengendara asal Swiss.
Ekspedisi ini berlangsung di Ojos del Salado, gunung setinggi hampir 6.900 meter yang berada di perbatasan Chile dan Argentina. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu lingkungan paling keras di dunia. Curah hujan nyaris tidak ada, suhu berubah drastis antara siang dan malam, dan kadar oksigen turun tajam seiring bertambahnya ketinggian.

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.
Perjalanan Berat
Perjalanan keluarga Rencoret dimulai dari Laguna Santa Rosa, sebuah dataran tinggi yang sudah berada di ketinggian ribuan meter. Dari titik itu, mereka menempuh sekitar 37 kilometer melewati medan yang semakin sulit, termasuk jalur berpasir, lereng vulkanik terjal, serta lapisan es dan gletser di bagian atas gunung.
Motor yang digunakan adalah sepeda motor trial ringan yang dirancang untuk stabilitas dan kendali, bukan kecepatan. Di ketinggian ekstrem, mesin pembakaran dalam menghadapi tantangan serius akibat minimnya oksigen. Tenaga mesin menurun, respons gas melambat, dan suhu dingin meningkatkan risiko gangguan mekanis.
Untuk mengatasi hal itu, perjalanan dilakukan secara bertahap selama beberapa hari. Pendekatan ini memungkinkan tubuh beradaptasi dengan ketinggian sekaligus memberi waktu bagi pengendara untuk memantau kondisi mesin dan cuaca. Gejala penyakit ketinggian seperti sakit kepala, kelelahan, dan sesak napas menjadi bagian dari keseharian selama ekspedisi.
Sebagai pemimpin perjalanan sekaligus ayah, Francisco Rencoret memikul tanggung jawab ganda. Di satu sisi, ia harus memastikan keputusan teknis dan keselamatan di medan ekstrem. Di sisi lain, ia menyadari bahwa gunung tidak membedakan hubungan keluarga dan tidak memberi toleransi terhadap kesalahan.
Memasuki ketinggian di atas 6.000 meter, laju perjalanan melambat secara signifikan. Medan menjadi semakin tidak stabil, memaksa para pengendara beberapa kali turun dari motor untuk menuntunnya melewati bagian yang berisiko. Angin kencang dan suhu rendah meningkatkan tantangan fisik sekaligus mental.
Pada 25 November, setelah pendakian terakhir selama sekitar lima jam dari titik perkemahan tertinggi mereka, ketiganya mencapai ketinggian maksimum ekspedisi. Di titik tersebut, mereka menghentikan mesin dan mencatat capaian yang kemudian diakui sebagai rekor dunia.
“Perjalanan ini dapat dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas kehidupan dan kesempatan untuk menjalani pengalaman bersama sebagai keluarga”, ujar Tomás Rencoret.
Ia juga menekankan bahwa ekspedisi tersebut merupakan hasil kerja tim, yang menyatukan pengalaman seorang ayah dengan keteguhan dan daya tahan anak-anaknya di lingkungan yang tidak memberi ruang bagi individualisme.

Tak Terlupakan
Setelah mencapai titik tertinggi, keluarga Rencoret tidak berlama-lama di lokasi. Mereka mengabadikan momen tersebut dan memulai perjalanan turun dengan kehati-hatian yang sama seperti saat mendaki. Dalam banyak ekspedisi, fase turun justru menjadi momen paling berbahaya akibat kelelahan dan menurunnya konsentrasi.
Pendekatan disiplin itu memungkinkan mereka kembali ke ketinggian yang lebih aman tanpa cedera serius maupun kerusakan besar pada peralatan. Seluruh ekspedisi berlangsung tanpa insiden besar, sebuah capaian tersendiri di medan sekeras Ojos del Salado.
Berkendara dengan sepeda motor di ketinggian ekstrem merupakan aktivitas yang jarang dilakukan, memadukan unsur pendakian gunung, ketahanan fisik, dan rekayasa teknis. Tidak seperti ekspedisi motor konvensional, perjalanan semacam ini menuntut keseimbangan tinggi dan kemampuan membaca medan yang biasanya hanya dilalui para pendaki.
Francisco Rencoret menyebut pengalaman bertahun-tahun berkendara di wilayah terpencil sebagai bekal penting dalam menghadapi tantangan tersebut. Namun ia juga menegaskan bahwa alam tetap menjadi penentu utama, dan setiap langkah bergantung pada kondisi yang dihadapi di lapangan.
Meski rekor kini tercatat atas nama mereka, keluarga ini menyadari bahwa capaian tersebut pada akhirnya akan terlampaui. Dalam dunia petualangan ekstrem, batas selalu bergerak seiring waktu dan teknologi.
Di lereng Ojos del Salado, jejak ban sepeda motor itu perlahan akan tertutup pasir dan es. Gunung tetap berdiri tanpa berubah, tidak terpengaruh oleh angka atau catatan rekor. Yang tersisa bagi keluarga Rencoret adalah pengalaman bersama di salah satu lingkungan paling ekstrem di dunia, sebuah perjalanan yang mereka maknai bukan sekadar pencapaian, melainkan kebersamaan di batas kemampuan manusia. (Sulung Prasetyo)







