Bagaimana Peneliti Melewatkan Natal di Antartika?

Views: 0

Berbagai cara dilewatkan umat Kristen untuk merayakan Natal. Tahun 2024 ini ternyata ada beberapa peneliti melewatkan masa Natal di kutub bumi, Antartika. Apa yang mereka lakukan dan bagaimana cara mereka melewatkan Natal di daerah paling dingin di bumi itu?

Salah satu peneliti yang melewatkan Natal di Antartika adalah Dr. Kate Winter. Peneliti dari Universitas Northumbria itu, bersama rekan-rekannya akan melakukan penelitian di sekitar gletser Flask. Disana mereka akan meneliti bagaimana air yang mencair mempengaruhi seberapa cepat gletser mengalir ke lautan.

Bersama dengan dua peneliti lainnya, Winter akan memulai pagi Natal dengan berbagi tenda piramida berwarna oranye, dengan kantung tidur mereka yang terletak di atas permadani kulit domba di atas papan kayu.

“Kami mungkin akan menambahkan beberapa bumbu pada bubur kami,” kata Winter kepada The Guardian. Selain itu tim ini juga akan menghiasi tenda mereka dengan pernak-pernik wol rajutan tangan, dan mungkin akan menikmati cokelat panas. “Dan kemudian saya pikir kami akan pergi dan melakukan beberapa penelitian di pagi hari. Bisa jadi hari yang panjang jika kita berada di dalam tenda, memikirkan orang-orang di rumah.”

Winter mengatakan bahwa tim tersebut berencana untuk berjalan menggunakan ski sejauh 6 kilometer (km) atau lebih ke lokasi penelitian mereka, di mana mereka akan melakukan berbagai pekerjaan seperti memasang panel surya dan lain sebagainya.

Selain meneliti, berjalan di salju menggunakan ski. Winter juga berencana mengajari cara membuat es krim Antartika, untuk melewatkan Natal. “Proses pembuatannya melibatkan bubuk Angel Delight, susu kental manis, dan salju”, ujarnya.

photo : dok.https://www.canterbury.ac.nz

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.

Berburu Fosil

Selain meneliti tentang gletser, ternyata masih ada tim penelitian lain juga akan melewatkan Natal di Antartika tahun 2024 ini. Dr Rowan Whittle, seorang ahli paleobiologi di British Antarctic Survey, juga akan menghabiskan Natal di Antartika. Ia akan berdiam dan melakukan penelitian melalui markasnya di King George Island, sekitar 75 mil di lepas pantai Antartika.

Whittle adalah bagian dari tim pemburu fosil yang berharap dapat mencari sisa masa lalu untuk mendapatkan wawasan tentang masa depan.

“Saat kami pergi [ke Antartika] terakhir kali, kami melihat makhluk laut yang hidup di dasar laut saat Antartika masih hangat dan tertutup hutan,” katanya. “Kunjungan lapangan kali ini kami akan [menjelajahi] ketika Antartika pertama kali tertutup es.”

Whittle mengatakan bahwa idenya adalah untuk membandingkan komunitas di dasar laut antara dua iklim yang sangat berbeda.  Whittle berharap Hari Natal akan dihabiskan dengan mendirikan kemah di pulau tersebut, yang diperkikaran akan penuh dengan penguin.

Penguin sering ditemukan bermain-main di wilayah itu saat akhir tahun. Namun menurut penjelasan Whittle, penguin yang hidup saat ini berbeda dengan yang hidup sekitar puluhan juta tahun yang lalu. “Sekitar 38 juta tahun yang lalu menurut  fosil penguin yang pernah ditemukan, mereka adalah penguin raksasa, dengan tinggi sekitar 6 kaki, dengan paruh yang panjang dan runcing. Jadi, seperti penguin monster,” kata Whittle bercerita dan berharap tak menemukan penguin jenis itu di saat mereka merayakan Natal disana tahun ini. (Sulung Prasetyo)

Lanjut lagi...

everest inter polandia

Cerita-Cerita dari Pendakian Musim Dingin Everest

Hutan VS Kelapa Sawit, AI Pilih yang Mana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *