16 Juli 2024
isi dalam ka'bah
Di dalam Ka'bah juga terdapat delapan bebatuan bertuliskan kaligrafi Arab, menggunakan huruf Thuluth. Namun ada satu batu yang menggunakan aksara Kufic. Dipercaya bebatuan itu sudah ada semenjak abad ke enam setelah hijriah.

Views: 1482

Umat muslim sholat lima kali sehari menghadap Ka’bah. Bangunan persegi empat yang berada di Mekah tersebut dianggap rumah Allah. Apalagi saat musim haji, makin banyak umat muslim yang menyambanginya. Sebenarnya ada apa saja isi didalam bangunan suci tersebut?

Sebelum kita melihat isinya, mari kita melihat kembali sejarah berdirinya Ka’bah dulu. Dipercaya rumah Allah ini telah ada rintisannya sejak Nabi Adam dan istrinya, Hawa diturunkan Allah ke dunia.

Kemudian Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail, memperbaiki dan membangun kembali rumah itu lebih kuat dan kokoh. Kemudian dianggap sebagai rumah Allah, Tuhan yang dipercaya umat Islam.

Interior dalam Ka’bah sendiri diketahui memiliki tinggi 13 meter (m). Sementara panjang sisinya ada yang 10,15 m dan 8,24 m.

Tergantung lampu-lampu minyak dibagian langit-langit dalam Ka’bah. (dok. ilmfeed.com)

Bangunan Ka’bah tidak memiliki jendela. Tapi diketahui banyak terdapat lentera didalamnya. Lentera yang digantung pada satu tali panjang, yang saling menyambung diantara tiga tiang utama didalam Ka’bah.

Tiang didalam Ka’bah diketahui telah berumur 1.350 tahun. Berwarna coklat gelap, dengan diameter sekitar 44 centimeter (cm).

Bagian dalam Ka’bah hanya dibuka dua kali selama setahun. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke dalam Ka’bah. Atau para petugas kebersihan untuk mengepel lantai dan membersihkan bagian dalam lainnya.

Terdapat pintu berlapis emas dibagian dalam Ka’bah untuk untuk menuju bagian atap. (dok. ilmfeed.com)

Pintu masuk Ka’bah setinggi 2,3 m. Dibuat juga tangga dari bahan kayu, untuk mencapai pintu tersebut. Lantai Ka’bah sekarang dilapisi dengan pualam berwarna putih.

Menurut juru bicara kepresidenan Arab Saudi, kebanyakan pualam lantai Ka’bah memang berwarna putih. Namun ada juga yang berwarna lain. Sementara dinding dalam Ka’bah banyak ditutupi dengan karpet sutera berwarna merah. Pada lapisan karpet itu juga terdapat tulisan berwarna putih. Banyak tulisan ada pada lapisan itu, termasuk tulisan nama-nama Allah.

Di dalam Ka’bah juga terdapat delapan bebatuan bertuliskan kaligrafi Arab, menggunakan huruf Thuluth. Namun ada satu batu yang menggunakan aksara Kufic. Dipercaya bebatuan itu sudah ada semenjak abad ke enam setelah hijriah.

Sebuah meja didepan batu bertuliskan kaligrafi berbahasa Arab di dalam Ka’bah. (dok. ilmfeed.com)

Di dinding dalam bagian timur, antara pintu masuk Ka’bah dan Baabut Taubah terdapat dokumen berbentuk prasasti dari Raja Arab Saudi, Fahd bin Abdulazis al-Saud. Dokumen prasasti itu berisi tahun terakhir Ka’bah direnovasi. Isi dokumen prasasti tersebut bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut :

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada rasul yang paling mulia, pemimpin kita, Muhammad, keluarganya, dan semua sahabatnya. Renovasi tangga Ka’bah yang diberkahi ini dilakukan di bawah instruksi yang mulia, penjaga dua tempat suci yang mulia, Raja Khaled bin Abdul Aziz Aal Sau’d pada bulan Rabi’ul Awal 1397 Hijriah. Semoga Allah menerima amal salehnya, Amin.”

Prasasti di dinding bagian dalam Ka’bah untuk mengenang renovasi tangga Ka’bah. (dok. ilmfeed)

Penulis : Sulung Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *