16 Juli 2024
Undakan kecil menuju sungai, menghantarkan pagi di Tangkahan lebih terasa segar. Dengan air kehijauan yang mengalir tenang. Rasanya seperti berada di keheningan yang tak kunjung usai.

Views: 373

Kalau menjenguk Sumatera Utara, sempatkan melihat Tangkahan. Surga kecil, berisi gajah dan air panas di pinggir hutan Taman Nasional Gunung Leuser.

Undakan kecil menuju sungai, menghantarkan pagi di Tangkahan lebih terasa segar. Dengan air kehijauan yang mengalir tenang. Rasanya seperti berada di keheningan yang tak kunjung usai.

Keheningan yang menyergap itu, sesegera mungkin lenyapkan kelelahan yang tercipta. Paska perjalanan jauh dari Medan menuju tempat ini. Masih teringat perjalanan satu hari sebelumnya ke desa ekowisata ini. Melalui perjalanan pesawat dari Jakarta menuju Medan. Dilanjutkan dengan empat jam berkendara mobil menuju utara, ke arah batas selatan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di provinsi Daerah Istimewa Aceh.

Perjalanan menuju Tangkahan sebenarnya menarik, karena pemandangan terus saja berganti. Mulai dari aspal dan kota-kota kecil, hingga perkebunan tebu, karet dan semi hutan serta punukan kecil-kecil pegunungan di kejauhan. Sayangnya setengah porsi jalurnya terus saja membuat badan tak bisa diam. Hingga pegal tak mungkin bisa disembunyikan.

Baru malam tadi akhirnya tiba di tempat ini. Karena sudah terlanjur gelap saat tiba. Jadi tak sempat menikmati malam pertama. Baru pagi hari ini, kaki sempatkan memutarinya dan sempatkan singgah di pinggir sungai yang dari semalam suara alirannya terus saja menggoda.

Gajah sumatra saat sore hari di Tangkahan, Sumatera Utara. (Photo: renato/pexels.com)

Banyak Gajah

Sungai ini juga yang akhirnya mengantarkan menuju tempat kediaman gajah. Memang, ternyata banyak gajah yang hidup di area wisata ini. Semuanya berjumlah enam ekor.

Menarik bermain-main dengan gajah. Karena gajah ternyata satwa yang teramat patuh. Mereka akan membuka mulutnya bila kita ingin memberi makanan. Merebahkan diri saat kita ingin mencuci badannya. Mengangkat satu kakinya sedikit, kalau kita ingin menungganginya.

Duduk di punggung gajah, bisa jadi pengalaman menarik. Apalagi sampai ikut menyeberangi sungai bersamanya. Sungai seluas enam meter ini, jadi seperti selokan saja layaknya. Dengan enteng gajah melintasinya. Bahkan tampak tanpa beban dengan tiga orang diatasnya.

Menikmati tubing di sungai wilayah Tangkahan, Sumatera Utara. (Photo: timothy reid/pexels.com)

Tubing

Usai menunggang gajah, ingin rasanya menikmati fasilitas lainnya. Bisa juga melakukan tubing, yaitu mengikuti alur sungai dengan ban dalam. Seperti mengingatkan kita pada masa kecil dahulu. Bermain di sungai dengan ban dalam. Hanya disini ban dalam lebih besar, dengan jaring di dalamnya, jadi kita bisa duduk dengan tenang sambil menikmati alunan arus sungai.

Selesai tubing, mungkin badan menjadi dingin. Kalau benar begitu, sempatkan juga mencoba pemandian air panas. Kucuran air panas di Tangkahan masih terasa alaminya. Karena tak ada pipa paralon atau semen pembatas disana. Sangat nikmat, sempat merasakan secuil surga di pinggir negeri Batak. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *