spesies aneh laut dalam

Spesies Baru Mirip Chewbacca di Star Wars Ada di Dasar Laut Dalam

Views: 5

Dua spesies koral laut dalam telah resmi diidentifikasi sebagai temuan baru oleh tim ilmuwan internasional. Pengakuan tersebut dilakukan setelah melalui penelitian taksonomi yang ekstensif di kawasan Pasifik tropis bagian barat. Salah satu spesies langsung menarik perhatian dunia, karena penampilannya yang tidak biasa dan tampak “berbulu”. Spesies baru ini kemudian diberi nama Iridogorgia chewbacca. Spesies lainnya adalah Iridogorgia curva. Kedua organisme ini kini diakui sebagai tambahan terbaru dalam keanekaragaman hayati laut dalam Bumi.

Koral Iridogorgia chewbacca pertama kali direkam oleh kendaraan kendali jarak jauh (ROV) pada tahun 2006 di dekat Pulau Molokaʻi, Hawaiʻi. Tingginya sekitar 1,2 meter, dengan cabang-cabang panjang dan lentur yang bergoyang lembut mengikuti arus bawah laut. Cabang-cabang tersebut dipenuhi polip kecil yang secara aktif menangkap partikel organik, memberikan tampilan “berambut halus” ketika diamati dalam kondisi hidup. Spesimen kedua, berukuran lebih kecil, ditemukan pada tahun 2016 di dekat Palung Mariana. Kedua temuan tersebut baru dikonfirmasi sebagai spesies baru setelah melalui bertahun-tahun analisis morfologi dan genetik.

Koral-koral ini hidup pada kedalaman sekitar 400 hingga 1.000 meter—lingkungan dengan kegelapan total, tekanan tinggi, dan suhu rendah. Tidak seperti koral perairan dangkal yang membentuk terumbu, Iridogorgia chewbacca tumbuh sebagai koloni soliter di dasar laut berbatu. Hal ini membuatnya sulit ditemukan dan sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang stabil.

Dalam inti penelitian, para ilmuwan menjelaskan bahwa deskripsi kedua spesies baru ini dipublikasikan dalam artikel ilmiah berjudul Studies on Western Pacific Gorgonians (Anthozoa: Octocorallia: Chrysogorgiidae). Part 2: Unexpected Diversity of the Genus Iridogorgia in the Tropical Western Pacific with Descriptions of Two New Species. Studi tersebut dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Yu Xu, bersama Les Watling, Zifeng Zhan, dan Kuidong Xu, dan diterbitkan dalam jurnal Zootaxa volume 5689, edisi 3, pada 4 September 2025.

Dalam publikasi tersebut, para peneliti menyatakan bahwa Iridogorgia chewbacca dan Iridogorgia curva belum pernah didokumentasikan sebelumnya dalam literatur ilmiah, sehingga keduanya secara resmi diakui sebagai spesies yang baru ditemukan.

Dikonfirmasi sebagai Spesies Baru

Penelitian menunjukkan bahwa karakter fisik saja tidak cukup untuk membedakan spesies dalam genus Iridogorgia secara akurat. Sebelumnya, beberapa ilmuwan mengandalkan arah spiral pertumbuhan batang koral sebagai penanda taksonomi, tetapi temuan baru menunjukkan bahwa ciri tersebut tidak konsisten antarspesies. Untuk mengonfirmasi status dua spesies baru ini, tim memadukan analisis struktur koloni, pola percabangan, sclerit, serta data DNA, termasuk penanda mitokondria dan penanda nuklir 28S rDNA. Hasilnya menunjukkan bahwa variasi genetik pada 28S rDNA memberikan bukti kuat yang mendukung penetapan kedua koral tersebut sebagai spesies baru.

Dalam komentar yang disampaikan setelah publikasi, peneliti senior Les Watling mengakui betapa mencolok dan anehnya penampilan koral tersebut ketika pertama kali ia lihat. Ia menggambarkan cabang-cabang panjang dan lentur yang menyerupai helaian rambut, yang langsung mengingatkannya pada karakter Chewbacca dari Star Wars.

“Meski telah bekerja selama puluhan tahun dalam eksplorasi laut dalam, penemuan seperti ini tetap saja membuat saya tertegun,” kata Watling.

Ia juga menekankan pentingnya meninjau ulang rekaman dan spesimen laut dalam lama menggunakan metode modern, karena kemungkinan besar masih banyak organisme yang belum teridentifikasi.

Masih Banyak Lagi di Dalam Sana

Studi tersebut juga mengungkap bahwa wilayah Pasifik tropis bagian barat merupakan pusat keanekaragaman genus Iridogorgia. Sebelum penelitian ini, hanya ada empat spesies dari genus tersebut yang diketahui berada di kawasan ini. Namun, setelah revisi taksonomi dan penambahan dua spesies baru, jumlahnya meningkat secara signifikan. Secara global, genus ini kini diketahui memiliki sedikitnya 14 spesies, menunjukkan bahwa laut dalam masih sangat kurang dieksplorasi.

Penemuan dua spesies baru ini memberikan dasar penting bagi upaya konservasi laut dalam. Organisme seperti Iridogorgia chewbacca tumbuh sangat lambat dan hidup pada kondisi lingkungan yang sangat spesifik. Hal ini membuat mereka rentan terhadap ancaman seperti penambangan dasar laut, polusi mikroplastik, dan perubahan suhu akibat pemanasan global. Tanpa pemahaman yang kuat tentang keanekaragaman hayati yang ada, kebijakan perlindungan ekosistem laut dalam akan sulit disusun secara efektif.

Dengan diidentifikasinya Iridogorgia chewbacca dan Iridogorgia curva, para ilmuwan kembali diingatkan bahwa dunia bawah laut masih menyimpan banyak misteri. Meskipun teknologi eksplorasi terus berkembang, sebagian besar kehidupan di kedalaman samudra tetap belum diketahui. Penemuan ini menjadi bukti bahwa lautan bukan hanya ruang luas yang gelap, tetapi juga rumah bagi bentuk-bentuk kehidupan luar biasa yang baru mulai kita pahami. (Wage Erlangga)

Baca juga:

Artikel Dari Penulis Yang Sama

blue hole terdalam dunia

Blue Hole Misterius di Karibia Jadi yang Terdalam Kedua di Dunia

sampah antariksa

Langit yang Kini Mirip Gudang Barang Bekas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *