piala dunia 2026

Piala Dunia 2026 Diperkirakan yang Paling Merusak Lingkungan

Views: 2

Tahun depan, dunia akan kembali bergetar dalam irama teriakan dan nyanyian para suporter. Namun, di balik gemuruh stadion dan kemilau bintang sepak bola, tersimpan kenyataan pahit. Piala Dunia 2026 bisa jadi akan menjadi turnamen paling merusak iklim sepanjang sejarah.

Sebuah laporan dari Scientists for Global Responsibility (SGR), yang baru saja dirilis awal Juli 2025 menyebutkan bahwa ajang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu akan memuntahkan lebih dari 9 juta ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e) ke atmosfer bumi.

Dua kali lipat lebih besar dari rata-rata emisi empat Piala Dunia terakhir, di Qatar 2022 yang ‘hanya’ memproduksi sekitar 5,25 juta ton CO2e. Semua ini terjadi makin banyaknya peserta dan pertandingan, dari 32 menjadi 48 tim, dari 64 menjadi 104 pertandingan. Stadionnya memang tidak baru, tapi pesawat yang mengangkut para pemain, ofisial, suporter, dan logistik akan menembus langit ribuan kali.

“Nilai Itu setara dengan 6,5 juta mobil orang Inggris yang berjalan tanpa henti selama setahun penuh,” tulis laporan tersebut.

Penyusunan laporan ini tidak dilakukan sendirian. SGR bekerja sama dengan Environmental Defence Fund dan Sport for Climate Action Network. Kolaborasi ini menunjukan bukan semata angka, tapi pengingat bahwa olahraga tak lagi bisa berdiri di luar krisis ekologi yang tengah menjerat dunia.

Ironisnya, dalam dokumen penawaran awal, ketiga negara tuan rumah sempat menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “tonggak baru dalam keberlanjutan lingkungan di dunia olahraga”. Saat itu, estimasi emisinya hanya 3,6 juta ton CO2e.

FIFA sendiri pernah bersumpah akan memangkas emisi 50% pada 2030 dan mencapai net-zero pada 2040. Mereka mengklaim telah menerapkan strategi hijau, menyortir sampah, mendaur ulang bahan bangunan, dan mengikuti standar sertifikasi gedung ramah lingkungan. Namun pada 2023, regulator Swiss memutuskan bahwa FIFA telah membuat klaim palsu soal netralitas karbon Piala Dunia Qatar. Iklan yang menyebut turnamen itu “sepenuhnya netral karbon” akhirnya dianggap menyesatkan oleh Komisi Keadilan Swiss (SLK).

Penulis : Wage Erlangga

Editor : Sulung Prasetyo

Tulisan terakhir kali di edit pada tanggal 6 Juli 2025.

Lanjut lagi...

ibex trango tower

Pemanjat Tebing Indonesia Bisa Jadi yang Pertama di Asia Tenggara Memanjat Trango Tower

trail running

Bahaya Mengintai Pelari Trail Running

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *