telusur goa mexico

Keajaiban Gua Kristal Bawah Tanah Meksiko

Views: 3

Banyak bagian-bagian di bumi ini yang sebenarnya sangat mencengangkan pandangan mata. Salah satunya merupakan gua kristal bawah tanah Meksiko, yang berada di gurun Chihuahuan, membentang mulai di Meksiko bagian utara, membujur ke selatan, hingga berakhir di Texas barat. Disana terdapat gua dengan kristal-kristal besar, berbentuk pilar dan bulatan dengan permukaan kasar.

Kalau melihat bagian permukaan gurun itu, sebenarnya banyak hal menarik juga. Seperti rerumpunan tanaman runcing Ocotillo. Tak hanya itu, terdapat juga badai debu yang menyakitkan mata, serta perkebunan cabe yang berbau harum.

Kalau malam datang, suhu berubah menjadi sejuk. Banyak satwa yang kemudian keluar dari sarangnya. Anjing hutan, kijang dan rusa kutub berkeliaran mencari makanan. Tikus kangguru mengendap di bawah semak Kreosot, demi sececap air di dedaunan, dan terus berharap tak dimangsa ular berbisa.

Semua keajaiban itu, ternyata tak usai hanya dipermukaan tanah saja. Jauh dibawahnya, terdapat harta karun lain yang menanti untuk dieksplorasi. Deretan Kristal besar, tertanam sejak ratusan tahun disana.

Sebuah tim yang dipimpin oleh spesialis mineral gua, Paolo Forti, dari Universitas Bologna, mengembangkan pakaian khusus penjelajahan gua yang didinginkan sebelum menjelajah. (photo: wikimedia commons)

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.

Formasi Kristal Terbesar Dunia

Penemuan kristasl-kristal itu dimulai sejak seperempat abad lalu. Dimana dua bersaudara berhasil mengebor lubang untuk ventilasi proyek pertambangan mereka di Chihuahua, Meksiko. Saat itu, dikedalaman 300 meter dibawah tanah, mereka terlanjur masuk ke sebuah gua seukuran lapangan bola basket. Mereka ternganga melihat pemandangan disana, formasi kristal memenuhi isi ruang itu. Formasi Kristal itu yang kemudian dianggap terbesar di dunia hingga saat ini.

Jadilah nama lokasi itu disebut sebagai “Gua Kristal” hingga saat ini.

Saat kedua bersaudara ini menyorotkan cahaya pertama ke dalam gua, mereka melihat sebuah labirin kusut dari kristal selenite besar yang hampir sulit untuk dijelaskan. Yang terbesar memiliki panjang 11 meter (m). Diperkirakan memiliki berat lima ton, dan semuanya terlihat sangat besar.

Kristal-kristal itu berwarna putih seperti susu dan tembus cahaya. Lingkupnya yang luas dan formasinya yang seperti labirin, menciptakan efek dunia lain yang cenderung membuat manusia tidak bisa berkata-kata untuk sementara waktu.

“Tidak ada tempat lain di planet ini di mana dunia mineral menampakkan dirinya dalam keindahan seperti itu,” kata Juan Manuel García-Ruiz, seorang ahli geologi di Universitas Granada, kepada National Geographic pada tahun 2007.

García-Ruiz adalah bagian dari tim yang bermaksud menemukan bagaimana keajaiban alam itu terbentuk. Untuk melakukannya, ia mempelajari kantong-kantong kecil air yang terperangkap di dalam kristal. Apa yang dia dan tim temukan melibatkan magma, seperti yang terjadi di banyak tempat terbaik di planet ini.

Sekitar 4 kilometer (km) di bawah Gua Kristal terdapat kolam besar magma yang memancarkan panas yang konstan. Menurut Garcia, pada suatu waktu di masa lampau, gua ini dibanjiri air yang kaya akan mineral yang disebut anhidrit. Selama satu juta tahun, magma menjaga air pada suhu konstan 58°C, memungkinkan anhidrit larut menjadi gipsum. Gipsum kemudian berubah menjadi kristal selenite, seperti yang ada saat ini.

Neraka Kecil di Gua Kristal Bawah Tanah Meksiko

Gua Kristal terdiri dari setidaknya empat ruangan. Gua Kristal, Gua Mata Ratu, Gua Lilin, dan Istana Es. Kata “setidaknya” ada di sana karena 25 tahun setelah penemuannya, sistem gua ini belum sepenuhnya dieksplorasi.

Suhu di dalam gua bisa mencapai 58°C, mendekati rekor suhu tertinggi di Death Valley. Namun seperti kata pepatah lama, bukan panasnya yang membuat seorang manusia bisa mati disana, melainkan kelembapannya. Di Gua Kristal, kelembapannya bisa mencapai 90 hingga 100 persen. Dimana harus diakui, kondisi seperti itu akan membunuh seorang manusia, dan tidak butuh waktu lama untuk melakukannya.

Jadi, ketika eksplorasi ilmiah pertama dimulai, mereka membutuhkan sedikit rekayasa terlebih dahulu. Sebuah tim yang dipimpin oleh spesialis mineral gua, Paolo Forti, dari Universitas Bologna, mengembangkan pakaian khusus penjelajahan gua yang didinginkan sebelum menjelajah.

Tim ini memulai dengan pakaian penjelajahan gua standar, kemudian menambahkan lapisan tabung tebal yang terhubung ke ransel. Ransel tersebut dapat menampung 20 kg air dan es, yang kemudian dipompa melalui tabung. Tambahkan sistem pernapasan berpendingin, dan barulah mereka siap menjelajahi Gua Kristal.

“Dengan teknologi seperti itu, meskipun canggih, hanya membuat anda tetap dingin selama sekitar tiga puluh menit”, ungkap Paolo Forti.

Rintangan lain yang harus dilewati oleh tim penelusur gua adalah kristal-kristal itu sendiri. Lihatlah sekilas foto-foto dari Gua Kristal dan kita akan melihat betapa beratnya tantangan fisik yang harus dihadapi untuk menelusurinya. Eksplorasi mengindikasikan adanya lebih banyak ruang, tetapi itu berarti menghancurkan beberapa kristal yang menghalangi celah dari satu ruang ke ruang yang lain. Sesuatu hal yang tidak ingin dilakukan oleh siapa pun penelusur gua yang terlibat.

Labirin kusut dari kristal selenite besar yang hampir sulit untuk dijelaskan. Yang terbesar memiliki panjang 11 meter (m). Diperkirakan memiliki berat lima ton, dan semuanya terlihat sangat besar.(Photo: Penn State University)

Eksplorasi Tertutup

Operasi eksplorasi tersebut kemudian dihentikan pada tahun 2015, karena dihentikannya juga operasional pertambangan disana. Namun, penemuan-penemuan yang dibuat dalam kurun waktu 15 tahun yang singkat itu terasa sangat signifikan. Para ahli serbuk sari purba, ahli geokimia, ahli geologi, dan ahli hidrogeologi memiliki kesempatan untuk mempelajari formasi yang luar biasa tersebut.

Yang cukup menarik, para ahli biologi juga ikut serta. Mereka berharap bahwa ketika kristal-kristal itu terbentuk, mereka akan menjebak DNA dari bakteri purba yang berenang di dalam air panas berusia jutaan tahun itu. Pada awalnya, mereka tidak menemukan apa-apa, tetapi pada tahun 2017, ahli speleologi dan ahli ekstremofil, Penelope Boston dari Institut Pertambangan dan Teknologi New Mexico mengumumkan sebuah penemuan. Dia telah menemukan bakteri purba yang tertanam dalam beberapa sampel kristal yang diambil sebelum gua-gua tersebut terisi kembali.

Bakteri tersebut unik dan tidak mirip dengan bakteri yang saat ini dikenal oleh ilmu pengetahuan.

Untuk saat ini, gua kristal bawah tanah Meksiko tersebut akan tetap tertutup untuk eksplorasi manusia, meskipun hal itu bisa saja berubah jika operasi di tambang dilanjutkan. Bagi mereka yang tertarik pada ilmu pengetahuan mungkin akan berduka atas tertundanya penemuan pengetahuan yang tersembunyi di dalam Kristal. Namun setidaknya kita semua bisa merasa lega, karena Gua Kristal kini telah kembali ke kondisi yang sama seperti saat kita menemukannya. (Sulung Prasetyo)

Baca juga:

Lanjut lagi...

paragliding K2

Pendaki Prancis Paragliding dari Puncak K2

Timah Ditambang Mentilin Menghilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *