Views: 1
Di antara legenda harta karun paling terkenal yang belum ditemukan di dunia, nama Flor de la Mar menempati posisi teratas. Kapal karam milik Portugis ini diduga membawa emas dan permata dalam jumlah luar biasa yang dirampas dari Kesultanan Malaka pada awal abad ke-16. Ironisnya, kapal tersebut tenggelam tak lama setelah keberhasilannya, dan hingga kini keberadaan harta karunnya tetap menjadi misteri, konon di perairan dekat Aceh, Indonesia.
Kapal Legendaris dari Era Penjelajahan
Flor de la Mar (yang berarti “Bunga Laut”) adalah kapal jenis nau berbobot sekitar 400 ton, dibangun di Lisbon pada 1502. Kapal ini menjadi bagian dari armada utama Portugis dalam pelayaran dan penjelajahan di Asia, termasuk India dan Nusantara.
Menurut sejarawan Roger Crowley dalam bukunya Conquerors: How Portugal Forged the First Global Empire (2015), Flor de la Mar merupakan bagian dari ekspedisi Afonso de Albuquerque ketika menyerang dan merebut Malaka pada tahun 1511. Penjarahan dari kota pelabuhan yang makmur itu, yang saat itu menjadi pusat perdagangan rempah-rempah Asia Tenggara, menghasilkan harta yang dikatakan “tak terhitung jumlahnya” – mulai dari emas, perak, batu permata, hingga karya seni berharga.

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.
Tragedi di Selat Malaka
Setelah sukses merebut Malaka, Albuquerque memerintahkan pengangkutan harta rampasan itu ke Goa, India, menggunakan Flor de la Mar. Namun, dalam pelayaran kembali, kapal tersebut diterjang badai hebat di perairan Selat Malaka, diperkirakan di lepas pantai timur Aceh. Flor de la Mar karam, dan bersama dengannya hilang pula seluruh isi kargonya. Hanya sebagian awak kapal yang selamat – termasuk Albuquerque – tetapi harta karun itu tidak pernah ditemukan.
Menurut National Geographic (2007), Flor de la Mar dianggap sebagai kapal karam paling berharga dalam sejarah dunia, dengan estimasi nilai harta karunnya mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS dalam nilai saat ini. Kapal ini juga termasuk dalam daftar harta karun hilang versi Guinness World Records.
Di Mana Lokasi Kapalnya?
Meski sudah lebih dari lima abad berlalu, tidak ada yang secara pasti mengetahui di mana Flor de la Mar tenggelam. Beberapa ekspedisi pencarian pernah dilakukan, termasuk oleh pemburu harta karun terkenal Robert Marx, namun tidak ada hasil yang meyakinkan.
Beberapa teori menyebutkan bahwa bangkai kapal itu terkubur dalam lumpur tebal di dasar laut dekat Selat Malaka, sementara yang lain percaya bahwa arus kuat dan pergerakan laut telah menghancurkan struktur kayunya sepenuhnya. Tantangan lain adalah lokasi yang diduga berada di wilayah perairan yang diperebutkan atau rawan pembajakan.

Antara Warisan dan Sengketa
Masalah hukum dan etika juga memperumit pencarian Flor de la Mar. Pemerintah Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki klaim sejarah atas wilayah tersebut. UNESCO pun melarang eksploitasi komersial terhadap situs warisan bawah laut, termasuk bangkai kapal bersejarah, karena dianggap sebagai bagian dari warisan budaya umat manusia.
Hal ini menciptakan dilema: di satu sisi, harta karun Flor de la Mar adalah warisan sejarah yang menarik dan berpotensi mengungkap banyak hal tentang masa lalu. Di sisi lain, pencariannya menimbulkan pertanyaan soal legalitas dan hak kepemilikan.
Sejauh ini, Flor de la Mar tetap menjadi salah satu misteri paling menggoda di dunia arkeologi bawah laut. Para pemburu harta, arkeolog, dan sejarawan terus mencoba mengungkap kebenaran di balik kapal legendaris ini.
Apakah suatu saat nanti Flor de la Mar akan ditemukan? Mungkin. Namun untuk saat ini, ia tetap terkubur di antara mitos dan fakta, menunggu untuk diangkat kembali—baik secara harfiah maupun simbolis. (Wage Erlangga)







