Views: 27
Musyarawah Nasional (Munas) Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) yang dilaksanakan hari Jumat, 25 Juli 2025 akhirnya mengangkat lagi secara aklamasi Mayjen (Purn) Buyung Lalana sebagai Ketua Umum terpilih. Buyung menurut keputusan Munas akan memimpin FMI periode 2025-2030.
“Amanahnya melanjutkan apa yang sudah digagas pada periode yang lalu. Yang kedua menambah profesionalisme dan kemampuan para anggota dari FMI yang bisa bersama-sama dengan kementerian dan lembaga untuk menjaga lingkungan, edukatif dan motivasi bahwa gunung dan hutan memberikan suatu value atau nilai, baik itu olahraga dan rekreasi”, ungkap Buyung ketika ditemui usai terpilih.
Indonesia Mountain Grade System
Munas FMI kali ini juga menandai peluncuran resmi Indonesia Mountain Grade System (IMGS). Sebuah instrumen penilaian tingkat kesulitan gunung dan jalur pendakian di Indonesia. Peluncuran IMGS ditandai dengan penandatanganan bersama dan pengenalan IMGS Tools, yang diharapkan menjadi panduan standar bagi pendaki dan pengelola kawasan gunung di Indonesia.
Selain itu, dalam sidang pleno Munas, dibahas pula perkembangan kerja sama kemitraan yang telah terjalin dengan berbagai instansi pemerintah, seperti Direktorat Pengelolaan Jasa Lingkungan (Dir PJL), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satu agenda strategis yang menjadi fokus adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk pengelolaan kawasan wisata pendakian gunung serta pelatihan dan sertifikasi Mountain Rescue Internasional. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan profesionalisme dalam aktivitas pendakian di Indonesia sesuai standar global.
Munas ini dihadiri oleh 18 perwakilan provinsi, baik secara langsung maupun daring. (pr/sulung prasetyo)





