Drone Kini Bantu Pendakian ke Everest

Views: 1

Di masa lalu, jalur pendakian Everest sangat mengandalkan tenaga manusia, terutama para pemandu Sherpa yang memikul beban besar dan mempertaruhkan nyawa mereka di medan ekstrem. Kini, dengan teknologi drone, sebagian tanggung jawab itu mulai terbagi. Perusahaan lokal bernama Airlift telah mengoperasikan armada drone DJI Flycart 30 yang sanggup membawa muatan hingga 30 kilogram, bolak-balik dari Base Camp ke Camp 1 dan Camp 2—wilayah yang sebelumnya hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki selama berjam-jam, bahkan berhari-hari.

Menurut Raj Bikram Maharjan, pendiri Airlift, motivasi utama pengembangan layanan ini adalah untuk mengurangi risiko bagi Sherpa. “Kami tidak ingin menggantikan mereka,” ujarnya dalam publikasi di explorersweb. “Kami ingin melindungi mereka,” tambahnya.

Dari gunung hingga laut, kami kirim langsung ke Anda. Join Saluran WhatsApp Lingkar Bumi sekarang.

Turut Membawa Sampah

Salah satu manfaat terbesar dari kehadiran drone adalah pada sektor kebersihan. Selama beberapa dekade, Everest menghadapi masalah serius, yaitu sampah yang tertinggal dari para pendaki. Botol oksigen kosong, bungkus makanan, dan perlengkapan rusak menumpuk di ketinggian. Tahun ini, drone mulai digunakan untuk mengangkut kembali sebagian sampah dari gunung ke Base Camp—upaya kecil yang membuka jalan menuju konservasi skala lebih besar.

Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha (SPCC), lembaga lokal yang bertugas menjaga kebersihan Everest, menyambut baik inovasi ini. Mereka mengakui bahwa drone bukan solusi tunggal, namun merupakan alat bantu penting dalam manajemen sampah dan logistik berkelanjutan.

Tak Semua Setuju

Namun, tidak semua pihak langsung menerima teknologi ini dengan tangan terbuka. Beberapa pendaki dan operator tradisional khawatir drone dapat merusak pengalaman spiritual dan keheningan alam Himalaya. Tapi bagi banyak orang, termasuk keluarga Sherpa yang telah lama kehilangan anggota karena longsoran atau kelelahan, drone bukan gangguan—mereka adalah penyelamat.

Penggunaan drone di Everest saat ini masih dalam tahap awal. Uji coba terus dilakukan untuk mengukur daya tahan mesin terhadap cuaca buruk, angin ekstrem, dan oksigen tipis. Tapi hasilnya menjanjikan berupa pengiriman cepat, tanpa risiko langsung bagi manusia, dan potensi besar untuk digunakan dalam misi penyelamatan di masa mendatang. (Wage Erlangga)

Lanjut lagi...

Bangkai Kapal Tertua Dunia Ada di Laut Hitam

burung beo kakapo

Kakapo, Burung Beo Terbodoh di Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *